Senin, 15 Juli 2024


Pastikan Ketersediaan Air, Polbangtan Kawal Program Kementan di Kabupaten Bogor

13 Jun 2024, 15:46 WIBEditor : Gesha

Monitoring yang dilakukan oleh Polbangtan Bogor | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut serta melaksanakan kegiatan pengelolaan air Irigasi untuk wilayah Pertanian di Kabupaten Bogor.

Dalam rangka melaksanakan kegiatan irigasi perpompaan yang dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2024, serta sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 243/KPTS/OT.050/M/04/2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan, telah dilakukan kegiatan pengelolaan air irigasi untuk pertanian di Wilayah Barat Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi serta memastikan distribusi air yang merata untuk seluruh lahan pertanian di kawasan tersebut.

Polbangtan Bogor juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan petani setempat untuk mengembangkan teknologi irigasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan inisiatif ini, diharapkan hasil pertanian di Kabupaten Bogor dapat meningkat, sehingga mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional.

Kunjungan monitoring dilaksanakan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Dalam kunjungan tersebut, beberapa kelompok tani (poktan) yang terlibat dalam program irigasi perpompaan juga turut dipantau, dengan tujuan memastikan ketersediaan dan distribusi air irigasi yang memadai.

Polbangtan Bogor dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal dan memonitor program pompanisasi guna mencapai hasil yang optimal sesuai dengan tujuan program irigasi perpompaan.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang meminta adanya komitmen dan kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat dan efisien. "Semua pihak diharapkan dapat bersatu untuk memperkuat ketahanan pangan negara," ujar Amran.

Mentan juga yakin bahwa jika langkah-langkah tersebut diambil, Indonesia dapat menghindari krisis pangan dan bahkan memberikan bantuan kepada negara-negara lain di dunia.

Dalam konteks ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa petani dan Penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produksi padi nasional.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memperluas area tanam, sehingga hasil panen meningkat dan produksi padi semakin bertambah.

Reporter : Agm
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018