Thursday, 16 July 2026


Gara-gara Cetak Sawah, Petani Merauke Bilang Begini

23 Jun 2026, 11:51 WIBEditor : Yulianto

etani sekaligus pemilik hak tanah ulayat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Fransiskus Gebze

TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke---Program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang pemerintah gencarkan di tanah Papua mulai berimbas pada harga beras. Petani sekaligus pemilik hak tanah ulayat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Fransiskus Gebze mengatakan banyak hal dampaknya.

Menurut Gebze, program cetak sawah dan optimalisasi lahan telah memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan beras di Merauke. Bahkan kini masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Dirinya bersyukur harga beras di wilayahnya mengalami penurunan signifikan seiring meningkatnya produksi pangan terutama setelah pemerintah membuka cetak sawah dan optimasi lahan.

“Dulu harga beras mahal sekali, sekarang masyarakat bisa membelinya dengan harga sekitar Rp15 ribu/kg dari yang sebelumnya Rp 20 ribu/kg. Jadi saya bersyukur pemerintah membuka lahan di sini,” kata Gebze, Sabtu, (20/6).

Secara umum, Gebze bilang, kondisi harga beras di tiap wilayah kabupaten Merauke Papua Selatan semakin stabil. Perluasan areal tanam mendorong peningkatan produksi gabah yang menjadi faktor utama menekan harga di tingkat konsumen.

“Sekali lagi saya katakan harga beras di sini (Merauke) sudah stabil. Mengapa? Karena produksi gabah terus meningkat seiring lahannya diperluas,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Papua Selatan kini dapat menikmati harga beras yang semakin kompetitif dan mendekati harga di Pulau Jawa. Bahkan, untuk beras premium, harga jualnya berada dikisaran Rp15 ribu/kg dari sebelumya 20 ribu/kg. “Sudah sama dengan Pulau Jawa. Dan sekarang masyarakat menikmatinya,” katanya.

Dirinya berharap program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang terus digencarkan pemerintah di Merauke tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional. Namun, juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah timur Indonesia serta menjaga stabilitas harga beras bagi masyarakat.

“Sekali lagi saya pastikan produksi di Papua Selatan meningkat dan harga beras stabil seperti halnya di pulau Jawa,”  ujarnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018