
Pelatihan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) Budidaya Padi Angkatan IV.
TABLOIDSINARTANI.COM, Takalar --- Sebanyak 33 petani dari sejumlah kelompok tani di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat kemampuan menghadapi perubahan teknologi pertanian melalui Pelatihan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) Budidaya Padi Angkatan IV.
Pelatihan yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku tersebut berlangsung selama tiga hari, 6-8 Oktober 2026, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Galesong, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Pelatihan ini tidak sekadar memberikan tambahan pengetahuan kepada petani. Lebih dari itu, PM-AAS diharapkan menjadi ruang bagi petani untuk memahami sekaligus mempraktikkan sistem pertanian modern yang dapat diterapkan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan usaha tani.
Sebanyak 33 peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan teknologi dan sistem pertanian modern dalam budidaya padi. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus kualitas hasil pertanian.
Ketua Kelompok Substansi BBPP Batangkaluku, Yuli Nurnaningsih, S.T., M.Si., saat membuka kegiatan mengatakan peningkatan kompetensi petani menjadi salah satu kunci agar sektor pertanian mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, petani tidak cukup hanya mengetahui perkembangan teknologi pertanian, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya di lahan masing-masing. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas hasil usaha tani,” ujar Yuli Nurnaningsih.
Ia menilai penerapan pertanian modern membutuhkan kemauan petani untuk terus belajar dan mencoba berbagai inovasi yang sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing.
“Petani adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kemampuan dalam menerapkan teknologi pertanian sangat penting untuk mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” katanya.
Yuli juga berharap 33 peserta tidak berhenti pada peningkatan kemampuan pribadi. Setelah kembali ke kelompok tani masing-masing, para peserta diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan.
“Kami berharap setelah kembali ke kelompok tani masing-masing, peserta dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dan berbagi pengalaman dengan petani lainnya. Dengan begitu, dampak pelatihan ini bisa lebih luas,” tuturnya.
Pelatihan PM-AAS Budidaya Padi Angkatan IV dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Selama kegiatan, petani diarahkan memahami bagaimana konsep pertanian modern dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena keberhasilan adopsi teknologi pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga kemampuan petani dalam memahami, memilih dan menerapkannya secara tepat.
Panitia pelaksana kegiatan, Besse Manawara M., memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan melibatkan peserta secara aktif.
Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menerapkan teknologi dan sistem pertanian modern setelah kembali ke wilayah masing-masing.
Penerapan pertanian modern di tingkat petani diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat, mulai dari peningkatan produksi padi, efisiensi penggunaan input dan biaya usaha tani, hingga pengelolaan pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Jika pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan kemudian diterapkan dan dibagikan kepada petani lain, manfaatnya pun diharapkan tidak berhenti pada 33 peserta.
Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di kelompok tani masing-masing sekaligus mendorong semakin luasnya penerapan pertanian modern di Kabupaten Takalar.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Rezky Yulianti, S.P., M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Sertifikasi Profesi, Layanan Konsultasi dan Pengelolaan IA/Widyaiswara; Koordinator BPP Galesong Takdir, S.P.; Penyuluh Pertanian Nur Asriani, S.P., M.M.; praktisi Makmur Dg Wijaya; serta Widyaiswara Ismayanti, M.M. dan Sumarni, S.Pt., M.Si.
Pelatihan Pertanian Modern PM-AAS Budidaya Padi Angkatan IV dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu membawa pulang bukan hanya pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.