Selasa, 27 September 2022


Izuddin Bangun Bisnis Sharing Kuphie di Aceh Tamiang

08 Agu 2022, 17:09 WIBEditor : Gesha

Izzudin dan Sharing Kuphie | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Menjamurnya warung kopi di Aceh menyorot perhatian para pengusaha. Berbagai macam konsep pun ditawarkan untuk merebut hati pelanggan. Namun satu yang berbeda adalah Sharing Kuphie yang dibangun oleh Izuddin. 

"Konsep kita membangun bisnis Sharing Kuphie bukan hanya untuk mencari rezeki, tapi juga bisa dijadikan sebagai tempat berdiskusi dan berbagi informasi," ungkap  Izuddin alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) saat berdiskusi bisnis kopi yang prospektif kepada tabloidsinartani.com. 

Menurut Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang 2008-2018 menuturkan, pemberian nama sharing kuphie, bermakna warung kopi tempat berbagi cerita, bertukar pikiran dan tempat berdiskusi tentang hal-hal yang bermakna positif. "Namun dalam membacanya, dapat juga dimaknai dengan Saring Kupi atau kopi saring yang merupakan ciri khas warkop-warkop di Aceh," ujarnya berpromosi.

Idenya muncul ketika ia masih bertugas di KIP banyak golongan, kelompok dan berbagai entitas. Sehingga nama usaha Sharing Kupi memiliki arti ganda  melekat dihati masyarakat. Diharapkan bisa menjadi tempat bertemu dan berbagi cerita sambil berdiskusi

Suami Suhaila yang berasal dari Aceh Besar ini tidak ingin menang sendiri dalam berbisnis. Untuk itu, di warkopnya ia juga menyediakan roti selai Samahani khas Aceh Besar di Sharing Kupi. "Satu-sarunya warkop yang menjual roti selai Samahani tanpa pengawet di Aceh Tamiang hanya ada di Sharing Kupi," bebernya.

Moto utama yang dibangun di Sharing Kupi yakni melayani sepenuh hati. Artinya harus mengutamakan kepuasan pelanggan. "Jadi waiters/pelayan tidak perlu menunggu dan siap menjamu pengunjung saat masuk ke warung," cetusnya.

Untuk membangun usaha ini, Izuddin menyerap 7 milenial dan  1 koki yang dibagi 2 shift. "Mie dan nasi di Sharing Kupi harganya relatif murah Rp 10 - 12 ribu. Bahkan kalau kopi pancung hanya Rp 4 ribu/gelas," sebutnya. 

Selain tersedia kopi arabika juga minuman non kopi dan yang paling spesifik dan unik tapi agak mahal yakni kopi lemon harganya Rp 25 ribu/botol dan bisa minum untuk 2-4 orang. Pihaknya berharap dengan adanya Sharing Kupi ini bisa menjadikan ajang silaturrahmi. "Karena letaknya yang strategis di Jl. Ir H. Juanda depan Kompi 111 Karang Baru, jadi bisa mampir sambil reuni di warung kita sebelum melanjutkan perjalanan," harapnya.

OK Indra salah satu pelanggan yang juga seniman mengatakan, selain lokasinya yang strategis, kopi lemon unik karena rasanya yang berbeda dan memiliki sensasi tersendiri. "Pasalnya, kopi ini diracik khusus sehingga lebih khas dan nikmat," pungkasnya. 

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018