
Samidi raup untung dari arang kelapa
TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Potensi limbah kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan berhasil diubah menjadi sumber penghasilan menjanjikan oleh Samidi, pelaku usaha arang dan produk turunan kelapa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pria yang telah menetap dan berusaha di Sidrap sejak tahun 2016 itu mulai mengembangkan usaha pengolahan dan penjualan arang pada tahun 2020.
Berbekal ketekunan dan melihat tingginya kebutuhan pasar, Samidi kini rutin memasok arang untuk memenuhi permintaan masyarakat dan pelaku usaha kuliner di daerah tersebut.
Arang yang dipasarkan Samidi didatangkan dari wilayah Tinampu, Soroako, Kabupaten Luwu Timur. Dalam satu kali pemesanan, ia mampu mendatangkan hingga 200 karung arang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Tidak hanya menjual arang, ayah empat anak tersebut juga mengembangkan usaha pemasaran tempurung kelapa mentah dan sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Bahan baku sabut kelapa diperoleh dari sejumlah daerah, di antaranya Pinrang, Manisa, dan Kanyuara.
Untuk harga jual, arang dalam kemasan karung berisi 50 kilogram dipasarkan seharga Rp100 ribu per karung. Sementara arang yang telah dikemas dalam ukuran lebih kecil dijual Rp22 ribu per kantong.
Selain itu, tempurung kelapa mentah dijual dengan harga Rp50 ribu per karung berisi 50 kilogram. Adapun sabut kelapa dipasarkan dengan harga Rp15 ribu per karung dengan berat sekitar 80 kilogram.
Menurut Samidi, sebagian besar konsumennya berasal dari wilayah Sidrap. Produk arang yang dipasarkannya banyak digunakan oleh warung makan serta masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
“Permintaan arang masih cukup stabil, terutama dari warung makan yang menggunakan arang sebagai bahan bakar untuk memasak,” ujarnya.
Usaha yang dirintis sejak beberapa tahun terakhir tersebut tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga membantu meningkatkan nilai jual limbah kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Melalui pemasaran arang, tempurung, dan sabut kelapa, Samidi berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.