Tuesday, 20 October 2026


Makan Sepuasnya di Agrowisata Kelengkeng Grobogan

27 Jun 2021, 10:34 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat di lokasi kebun kelengkeng Grobogan

TABLOIDISINARTANI.COM, Grobogan--Wisata pertanian atau agrowisata kini menjadi tren tersendiri di tengah pandemi Covid-19. Karena prospeknya sangat menjanjikan, Kementerian Pertanian menggagas kampung hortikultura di berbagai sentra produksi.

Salah satu lokasi agrowisata berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Ngaringan, Andalan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Agrowisata kelengkeng ini menjadi tempat rekreasi baru di tengah pandemi.

Lahan seluas 60 ha itu yang sebelumnya kurang produktif, kini berubah menjadi kebun petik kelengkeng yang banyak digandrungi, khususnya anak-anak milenial. Kebun kelengkeng tersebut milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.

Saat ditemui, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Wasiran mengaku lokasi kebun kelengkeng ini tak pernah sepi pengunjung. Tercatat, pengunjung yang datang berasal dari sekitar Kab. Grobogan, Blora, Pati dan Semarang.

"Iya betul mas, Alhamdulillah banyak yang berkunjung kesini, baik sekedar berwisata sambil metik sendiri atau sengaja beli untuk dijadikan buah tangan. Insya Allah mereka semua mematuhi prokes yang telah ditatapkan pemerintah,” ujarnya.

Senada dengan Wasiran, Koordinator PPL Kec. Ngaringan Moh Matamari mengatakan, lokasi kebun yang seluas 30 ha dari total luasan 60 ha kebun kelengkeng itu berasal dari alokasi APBN 2021, sedangkan sisanya swadaya petani.

Varietas yang ditanam yaitu Itoh Super dengan rata-rata produksi 1 kwintal per pohon. Dalam 1 hektar terdapat 300 pohon, dan produksinya diperkirakan mencapai 30 ton/ha dalam satu periode panen.

Kampung kelengkeng sangat menguntungkan petani. Sebab, setiap pengunjung yang masuk kawasan agrowisata dikenakan tarif Rp 30 ribu dan bisa makan kelengkeng sepuasnya. Tapi jika ingin membawa pulang maka harus membayar Rp 40 ribu/kg.

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, kampung kelengkeng ini adalah contoh nyata pengembangan Kampung Hortikultura. "Lokasi ini telah mengusung konsep Kampung Hortikultura, dan inilah contoh dari kampung buah yang rencananya akan kita kembangkan,” ujarnya.

Pengembangan kampung kelengkeng bertujuan untuk mengurangi importasi kelengkeng yang setiap tahun datang dari negara Thailand. Diharapkan program kampung Hortikultura ini nantinya akan menjadi pemantik kesejahteraan petani, sehingga Indonesia bisa mandiri kelengkeng dan tidak tergantungan impor.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018