Monday, 06 December 2021


Kebun Melon Aceh jadi Potensi Ekonomi dan Pariwisata

22 Nov 2021, 12:27 WIBEditor : Gesha

dari kiri: Wakil Sekjen DPD Pemuda Tani HKTI Aceh, Zul Bahri ST, Alma Alfianita, Bangdin (pemilik kebun Melon) dan Ikhsan, S.TP saat panen. | Sumber Foto:ABDA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --- Keberhasilan Bangdin mengembangkan buah melon selama tiga tahun terakhir di lahan bekas tsunami, perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan stakeholder. 

Sebagai Ketua Bidang Lingkungan dan Pariwisata - Pemuda tani HKTI Aceh, Alma Alfianita menilai potensi Argowisata menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan industri wisata di Aceh. Karena ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar, selain juga bisa menjadi peluang bisnis bagi generasi milenial.

"Ini sangat mempengaruhi pendapatan petani dan juga masyarakat sekitar dengan munculnya praktisi dan pelaku usaha di bidang Agrowisata," ujar Alma, saat melakukan panen di kebun melon bersama Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh di Gampong Lam Manyang, Peukan Bada, kabupaten Aceh Besar beberapa waktu lalu.

Kebun Argowisata Melon ini sambung Alma, bisa dikelola dengan baik sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan dan turis - turis yang berkunjung ke Aceh. "Keberhasilan ini patut diperhatikan dan menjadi aset bagi pemerintah Aceh, karena dari segi kelayakannya, kebun ini perlu adanya penambahan fasilitas dan sarana pendukung untuk kemajuan industri wisata," ungkap Alma yang aktif sebagai youtuber dengan chanel https://youtube.com/c/Upwanita.

Ia juga berharap ini bisa dikelola dengan baik dan menjadi contoh untuk pemuda. Selain itu juga milenial harus bisa menggerakkan ekonomi kreatif melalui produk olahan, apalagi maju mundurnya ekonomi saat ini, tergantung peran pemuda untuk kemajuan masyarakat Aceh khususnya. "Apalagi Kehadiran agrowisata ini sangat mempengaruhi pendapatan petani dan juga masyarakat di sekitar," ungkitnya.

Dengan munculnya praktisi dan pelaku usaha di bidang Agrowisata ini, diharapkan Aceh mampu memunculkan varian buah buahan yang lain untuk di produksi dan memiliki nilai tambah.

Sementara Ikhsan Radhi, S.TP yang juga Tim Ahli Pemuda Tani HKTI bidang Pertanian dan Perkebunan menyebutkan, keberhasilan Bangdin mengembangkan Kebun Argowisata Melon patut dijadikan percontohan. Menurutnya dengan tingginya kebutuhan buah melon di pasar, kebun ini juga bisa menjadi penyangga serta lahan percontohan  untuk menggali potensi ekonomi sektor wisata kluster pertanian di Aceh. "Perhatian khusus dari pemerintah Aceh sangat diperlukan untuk tahap kajian maupun pengembangan tingkat lanjut," tuturnya. 

Sebab katanya lagi, kebutuhan buah di Aceh masih disuplai dari luar daerah, tak pelak dengan adanya kebun ini kita sudah bisa mulai mengadopsi untuk mengembangkan di berbagai kabupaten/kota lainnya di Aceh. 

Ikhsan juga sangat bangga dengan Bangdin karena keberhasilannya dalam menyulap lahan bekas Tsunami ini menjadi kebun Argowisata yang sangat terkenal di Aceh. "Ada puluhan ribu batang melon saat ini tumbuh subur di lahan tersebut, padahal jarak berkisar 300 meter dari bibir pantai, dan sekarang panen lagi, luar biasa ini," ujarnya bersemangat.

Ikhsan juga berharap generasi milenial mampu menggepakkan sayap pertanian di Aceh dalam memajukan komoditi tanaman melon sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.  "Tidak hanya dikomoditi melon saja, akan tetapi generasi melenial mampu menembus dalam berbagai sektor pertanian lainnya," tandasnya.

Reporter : AbdA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018