
Nelayan yang menerima premi asuransi
TABLOIDSINARTANI.COM, Bone--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) menyerahkan sejumlah bantuan dan melakukan sosialisasi program prioritas perikanan tangkap untuk nelayan Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bantuan yang diserahkan antara lain premi asuransi nelayan sebanyak 1.797 nelayan, 100 bidang penerbitan sertipikat hak atas tanah (SeHAT) nelayan, pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan bagi 150 nelayan. Ditjen Perikanan Tangkap juga memfasilitasi permodalan dari perbankan berupa penyaluran kredit dari BRI senilai Rp 1,79 miliar, kredit senilai Rp 2,75 miliar dari BNI, dan kredit senilai Rp 3,99 miliar dari Bank Mandiri.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut ke sejumlah nelayan. Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Anggota Komisi IV DPR RI (Andi Akmal Pasluddin), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulkaf M. Latif), serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone (Wahida).
Menurut Zulficar, program prioritas ini sejalan dengan amanat Presiden RI tentang pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi serta transformasi ekonomi.
" Kita terjemahkan hal tersebut pada sektor perikanan tangkap. Contohnya perizinan online 1 jam untuk kapal 30 GT ke atas, peningkatan kapasitas masyarakat perikanan dengan tujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang adil dan berkualitas," papar Zulficar, di Bone, Rabu (11/3).
Zulficar juga mengungkapkan, pertemuan seperti ini merupakan upaya untuk meningkatkan komunikasi dengan nelayan. Dialog dua arah dilakukan guna menyerap aspirasi nelayan.
" Selaim memperkuat komunikasi juga kolaborasi, dan kerja sama dengan seluruh stakeholders perikanan tangkap untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional," paparnya.
Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengatakan akan terus mendorong dan melakukan pengawalan terhadap program pemerintah kepada nelayan. "Keberhasilan pembangunan perikanan tangkap tidak hanya terjadi satu arah dari pemerintah saja melainkan juga dari para nelayan. Dengan adanya nelayan, kita bisa makan ikan yang kaya protein, menyehatkan sekaligus mencerdaskan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone Wahidah dalam sambutannya memaparkan Bone terkenal dengan potensi ikan cakalang, tongkol dan layang. Pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
"Karena kamilah yang bersentuhan langsung dengan nelayan di daerah, kami akan terus lakukan konsolidasi agar nelayan sejahtera. Komitmen ini akan terus kita bangun dan tingkatkan untuk menjamin keberlanjutan dan kedaulatan pengelolaan sumber daya laut dan perikanan,"pungkasnya.