Friday, 26 February 2021


281 Pembudidaya Laut Sawu Terima Bantuan Bibit Rumput Laut

17 Nov 2020, 10:49 WIBEditor : Indarto

Rumput laut | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Rumput laut bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Rumput laut juga menjadi komoditas strategis yang mudah dibudidaya masyarakat pesisir. Guna meningkatkan produksi rumput laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) member bantuan bibit dan sarana prasarana budidaya rumput laut kepada  281 pembudidaya di kawasan konservasi perairan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Bantuan sebanyak 16,86 ton bibit rumput laut, 204 rol tali dan 36 rol waring tersebut diserahkan secara langsung di Pantai Paro, Desa Menia, Kec. Sabu Barat, Kab. Sabu Raijua, NTT, pada Rabu (04/11) lalu, dan disaksikan Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Sabu Raijua, Ferdi Kapitan.

 

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Tb Haeru Rahayu mengatakan, bantuan ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan simbolis penyerahan bantuan bibit rumput dan sarana prasarana budidaya rumput oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang disaksikan langsung oleh Gubernur NTT di Kupang pada tanggal. 28 Agustus 2020.

 

“Salah satu program prioritas utama KKP untuk menunjang kesejahteraan masyarakat adalah melalui peningkatan dukungan terhadap kegiatan budidaya rumput laut, termasuk dukungan pengembangan budidaya rumput laut di kawasan konservasi di TNP Laut Sawu,” kata Tb Haeru, di Jakarta, Selasa (17/11).

 

Plt. Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi mengatakan, pembudidaya rumput laut penerima bantuan berasal dari Kecamatan Sabu Liae yang meliputi Desa Ledetalo sebanyak 22 orang, Desa Ledeke sebanyak 27 orang, Desa Waduwalla sebanyak 27 orang dan Desa Eilogo sebanyak 42 orang serta dari Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara sebanyak 163 orang. 

 

Menurut Imam, rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna. Beberapa keunggulan komoditas rumput laut antara lain peluang ekspor yang terbuka luas, harga relatif stabil, belum ada kuota perdagangan bagi rumput laut dan merupakan komoditas yang tak tergantikan dikarenakan tidak ada produk sintetisnya.

 

“ Teknologi pembudidayaannya yang sederhana, kebutuhan modal relatif kecil dan siklus pembudidayaannya relatif singkat sehingga cepat memberikan keuntungan dan memudahkan masyarakat dalam mengaplikasikannya,” katanya.

 

Saat ini rumput laut merupakan salah satu produk laut unggulan di Kabupaten Sabu Raijua. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil rumput laut di wilayah ini berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir pantai. 

 

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua,” kata Imam.

 

Pjs. Bupati Sabu Raijua, Ferdi Kapitan dalam sambutannya mengatakan, Kab. Sabu Raijua, NTT memiliki potensi budidaya rumput laut yang besar.  Produksi rumput laut di Kab. Sabu Raijua pada tahun sebelumnya menyumbang sebanyak 11 ribu ton kering. Diperkirakan luas areal potensial untuk budidaya rumput laut di Kab. Sabu Raijua sebesar 2.364,67 ha dan saat ini luas areal olahan sekitar 276,74 ha.

 

“ Bantuan yang diberikan oleh KKP akan sangat membantu meningkatkan kualitas rumput laut dari pembudidaya,” pungkasnya.

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018