Sunday, 29 November 2020


Perkuat Budidaya Udang, Menteri Edhy Berkunjung ke Negeri Paman Sam

20 Nov 2020, 10:01 WIBEditor : Indarto

Budidaya udang | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

KKP memilih menggandeng OI karena lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kurun lima tahun ke depan fokus mengembangkan budidaya udang. Bahkan, untuk mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan,  Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan dengan salah satu lembaga riset di negeri Paman Sam tersebut.

 

Sesuai rencana, Menteri Edhy akan mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budidaya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Lembaga ini afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak tahun 2003. 

 

"Selasa malam Pak Menteri bersama pendamping bertolak dan transit dulu di Korea Selatan. Alhamdulillah telah tiba di Los Angeles untuk transit menjalani tes pcr/swab sebagai syarat wajib masuk Hawaii," ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  Agung Tri Prasetyo, di Jakarta, Jumat (20/11).

 

Sekretaris Jenderal KKP,  Antam Novambar mengatakan,  KKP memilih menggandeng OI karena lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Target dari kerja sama adalah transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.

 

Antam juga mengatakan, KKP berharap mendapatkan grand parent stock (GPS) vaname yang dapat menghasilkan induk-induk unggul, tahan salinitas rendah, toleran terhadap penyakit, dan pertumbuhannya cepat. Bahkan dengan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menghasilkan great grand parent stock (GGPS). 

 

"Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor," jelas Antam.

 

Ke depannya, KKP akan membangun broodstock centermodern berskala internasional termasuk fasilitas Nucleus Breeding Center juga bisa lebih mudah. Sebab dibutuhkan para ahli untuk membantu baik dari segi ilmu genetika dan disain broodstock center. Melalui  aplikasi teknologi tepat guna dan modern, budidaya udang di Indonesia bisa unggul. Indonesia diharapkan  bisa mengekspor indukan udang ke negara yang membutuhkan.

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018