Tuesday, 18 August 2026


Tak Lagi Jual Ikan Segar, Warga Pesisir Kronjo Dilatih Produksi Dendeng Ikan Asin

23 Jul 2026, 13:41 WIBEditor : Herman Pratikno

Tim Samudera Bahari PPK Ormawa HIMITEKA IPB University 2026 menggelar pelatihan pembuatan dendeng ikan asin bagi masyarakat pesisir di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang.

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang --- Ikan tembang yang selama ini dijual dalam kondisi segar ternyata memiliki nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah. Melihat potensi tersebut, Tim Samudera Bahari PPK Ormawa HIMITEKA IPB University 2026 menggelar pelatihan pembuatan dendeng ikan asin bagi masyarakat pesisir di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penjualan ikan segar, tetapi juga mampu mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Dengan daya simpan yang lebih lama dan peluang pasar yang lebih luas, produk olahan seperti dendeng ikan asin diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan.

Sebanyak 19 ibu rumah tangga dari RW 03 dan RW 04 mengikuti pelatihan yang berlangsung dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan ikan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha rumahan.

Sebelum pelatihan dimulai, tim Samudera Bahari terlebih dahulu mengadakan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta mengenai proses pengolahan ikan asin. Hasil pemetaan tersebut menjadi acuan dalam penyampaian materi sehingga pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan dendeng ikan asin. Proses produksi dipandu oleh Ketua RT 03 Desa Kronjo, Julastri, yang memperagakan secara rinci mulai dari penyiangan ikan tembang, proses pembumbuan, hingga teknik pengeringan yang menjadi kunci menghasilkan tekstur khas dendeng ikan asin.

Tidak hanya itu, peserta juga diajak memproduksi ikan asin original sebagai pembanding. Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat memahami perbedaan proses pengolahan, cita rasa, hingga karakteristik kedua produk sehingga memiliki lebih banyak pilihan dalam mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan.

Ketua RT 03 Desa Kronjo, Julastri, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini memberikan manfaat besar bagi perempuan pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan aktivitas produktif.

"Pelatihan seperti ini tentunya sangat baik, terutama bisa menyasar ke ibu-ibu pesisir yang tidak memiliki kegiatan, sehingga mereka bisa belajar dengan adanya kegiatan ini," ujar Julastri.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memiliki keterampilan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi.

Saat ini, produk hasil pelatihan berupa dendeng ikan asin dan ikan asin original masih memasuki tahap penjemuran. Pada pelatihan berikutnya, peserta akan mempelajari teknik pengemasan produk agar siap dipasarkan dengan tampilan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah di mata konsumen.

Tim Samudera Bahari menerapkan metode pelatihan secara bertahap, mulai dari pengolahan, pengeringan hingga pengemasan. Pendekatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mampu memproduksi olahan perikanan berkualitas, tetapi juga memahami proses bisnis sederhana yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PPK Ormawa HIMITEKA IPB University 2026 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya perikanan lokal secara berkelanjutan. Ikan tembang yang selama ini banyak dijual dalam kondisi segar kini memiliki peluang untuk diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus memperpanjang masa simpan hasil tangkapan.

 

Reporter : Nur Ratna Amalia
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018