Wednesday, 21 October 2026


Warso Farm, Surganya Penikmat Durian

29 Jan 2020, 17:21 WIBEditor : Yulianto

Tanaman durian tumbuh dengan baik, bahkan buahnya bisa dijangkau anak-anak.

Bagi wisatawan atau penikmat durian yang berkunjung ke Warso Farm akan mendapatkan berbagai jenis durian. Setidaknya ada 13 varietas durian.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Terletak tidak  jauh dari pusat kota Bogor, Warso farm yang berada di Cipelang, Kecamatan Cijeruk Bogor, Jawa Barat ini menawarkan surga bagi para pecinta durian. Bagaimana tidak? Di lokasi tersebut pencinta durian akan dimanjakan dengan si buah legit yang menggugah selera itu.

Warso Farm didirikan H. Suwarso Palaka, pensiunan TNI Angkatan Darat (AD) pada 1 April 1989. Maka tak heran beberapa sudut agrowisata tersebut menunjukan beberapa ornamen berbau militer. Usaha Agro wisata itu kini dikelola Hj. Vionny Rahayu Pawaka, S.H., anak dari Suwarso Palaka dibantu Catur Andrianto, Asisten Pengelola Warso Farm.

Letaknya yang berada di kinggian 480–650 meter di atas permukaan laut (dpl)  menjadikan Warso Farm termasuk dalam iklim tropis tipe A (sangat basah). Curah hujan  mencapai 2.500–5.000 mm/tahun dengan kelembaban suhu rata–rata 23°C.

Kondisi itu membuat lahannya cocok di tanami berbagai macam jenis tanaman, termasuk durian. Dengan luas sekitar 15 ha dan hampir 1.500 pohon durian yang ditanam menjadikan Warso Farm sebagai markas besar durian di Kota Hujan.

Bagi wisatawan atau penikmat durian yang berkunjung ke Warso Farm akan mendapatkan berbagai jenis durian. Setidaknya ada 13 varietas durian. Namun hanya 7 jenis yang menjadi durian unggul yaitu Monthong, Lay, Petruk, Sunan, Si Mas, dan Tembaga. Durian unggul tersebut memiliki berat 3 kg berbeda dengan jenis durian lain yang hanya memiliki berat 2 kg.

Catur Andrianto mengatakan, dari berbagai jenis durian tersebut, primadonanya adalah durian Monthong yang beratnya bisa lebih dari 3 kg/buah. Soal harga, terbilang cukup terjangkau. Untuk durian lokal sekitar Rp 60 ribu/kg, durian unggul Rp 75 ribtu/kg dan durian Monthong harganya sekitar Rp 90 ribu/kg.

Bagi yang ingin menanam durian, Catur mengatakan, pengunjung bisa membeli bibit durian di lokasi pembibitan. Bibit bibit tersebut dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp5 juta tergantung usia, varietas, dan tumbuh kembangannya. “Bibit tersebut yang dijual mulai dari usia bulanan hingga yang paling tua dengan ukuran paling besar, berusia sekitar 5 tahun,” katanya.

Masyarakat atau petani sekitar bisa menjadi mitra Warso Farm. Petani bisa membeli dari Warso Farm, namun diberikan arahan bagaimana cara membudidayakan yang baik. Nantinya hasil panen durian dapat dijual kembali ke Warso Farm.

Karena tanaman mendapatkan perawatan dengan baik, mulai penanaman hingga tata letaknya membuat tanaman durian tumbuh baik. Jarak tanaman durian yang satu dengan yang lain sekitar 10 x 10 meter tergantung jenisnya. Bahkan ada yang berjarak 25 x 25 meter.

Dengan perawatan tanaman yang baik menurut Catur membuat buah durian bisa panen sepanjang tahun. “Perawatan buah durian disini meliputi pemupukan, penyemprotan pestisida hingga vitamin. Penyemprotan vitamin penting dilakukan guna merangsang pertumbuhan bunga dan buah supaya bisa di panen sepanjang tahun,” tutur Catur.

Nikmati Buah Naga

Ternyata bukan hanya durian yang pengunjung bisa temui di kawasan Agrowisata Warso Farm. Ada satu lokasi yang ditanami buah naga yang menjadi icon lain dari kebun Warso Farm. “Jangan lupa dengan buah naga, di sini bukan cuma durian yang jadi primadona, tetapi juga ada buah naga merah yang jadi salah satu icon dari WarsoFarm,” ujar Catur

Menurut Catur, tanaman buah naga juga sangat mudah beradaptasi di lahan kebun Warso Farm. Bahkan pertumbuhannya tergolong cepat, sehingga membuat tanaman buah naga sering panen.

Selain menikmati durian dan buah naga, pengunjung yang mengajak anak-anak disediakan taman bermain. Bagi yang suka memancing disediakan sarana memancing.

Reporter : Ajeng A
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018