Thursday, 26 November 2020


Bertahan Hidup saat Wabah Corona

14 Apr 2020, 15:02 WIBEditor : Yulianto

Strategi bertahan hidup saat #Di Rumah Aja | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---COVID-19 tak hanya menghantui kondisi kesehatan masyarakat. Pandemi ini ternyata juga menjadi tantangan bagi keluarga-keluarga Indonesia untuk terus menjalani kehidupan rumah tangga di tengah COVID-19. Keluarga harus memiliki ketahanan dalam keadaan apapun, termasuk dalam menghadapi bencana COVID-19 ini.

Dr Herien Puspitawati, Ketua Divisi Ilmu Keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University memberikan lima tips ketahanan keluarga di tengah COVID-19 ini. Kelima tips itu adalah fleksibel dalam beradaptasi, menjaga keeratan dan kelekatan keluarga, mengubah gaya hidup keluarga, menjaga tradisi dan kebiasaan positif keluarga, serta mengelola waktu dan aktivitas.

Agar memiliki daya tahan yang kuat, adaptasi harus dilakukan keluarga secara fleksibel sesuai dengan besarnya bencana COVID-19. Adaptasi dilakukan baik secara fisik maupun mental-psikologi-spiritual. Adaptasi fisik dimulai dari work from home, study from home dan tidak keluar rumah kalau tidak perlu. Adaptasi mental psikologi- spiritual dilakukan dengan cara mengontrol emosi, meningkatkan rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

Sementara itu, keeratan dan kelekatan keluarga dilakukan melalui komunikasi dan interaksi yang baik. Dukungan secara material maupun emosional-mental-spiritual menjadikan anggota keluarga kuat dalam menghadapi bencana dan merasa bagian dari keluarga. Setiap keluarga juga perlu mengubah gaya hidup.

Gaya hidup keluarga yang selama ini kurang efisien, menurut Dr Herien seharusnya diubah saat bencana COVID-19. Gaya hidup yang lebih sederhana dengan cara menurunkan standar hidup keluarga adalah sesuatu yang baik agar keluarga dapat bertahan hidup.

Penghematan semua pengeluaran, masak makanan bersama keluarga, menanam tanaman pekarangan adalah perilaku produktif yang sangat tepat dilakukan di saat bencana. “Hindari pemborosan yang kurang efisien. Hindari hutang sebisa mungkin. Minta pertolongan saudara, teman dan tetangga apabila mendesak,” tutur Dr Herien.

Memelihara tradisi dan kebiasaan positif keluarga seperti kegiatan gotong royong, perilaku saling membantu, saling peduli dan saling menasihati harus ditingkatan. Tradisi positif seperti ini menciptakan ketergantungan, kebersamaan dan kekompakan keluarga dalam menghadapi bencana.

Dr Herien juga menyarankan, selama bencana COVID-19, atur waktu dan aktivitas sebaik mungkin. Ada kegiatan individu dan ada kegiatan bersama keluarga. Bagi Ayah atau Ibu yang bekerja dari rumah, atur aktivitas kerja sesuai jadwal kerja yang dilakukan di rumah. Bagi anak sekolah, atur aktivitas belajar dan mengerjakan tugas sesuai jadwal sekolah. Selebihnya atur kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah dan masak sesuai dengan tugas yang disepakati.

“Jangan lupa istirahat dan menikmati kebersamaankeluarga. Untuk menghilangkan kejenuhan, maka ciptakan suasana privacy yang disepakati bersama,” imbuhnya.

Reporter : Humas IPB
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018