Tuesday, 17 May 2022


Membuat Mie Aceh Mocaf ala Zubir Marzuki

24 Jan 2022, 11:01 WIBEditor : Yulianto

Zubir Marzuki meracik mie Aceh dari mocaf | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh---Jika kita berkunjung ke Aceh, maka salah satu wisata kuliner yang tidak boleh terlupakan adalah nongkrong di warung kopi dan menyantap mie Aceh. Dua kuliner tersebut memang menjadi ciri khas Bumi Rencong ini. Bahkan hampir di seluruh Indonesia, kopi dan mie menjadi perpaduan yang tak bisa dipisahkan di setiap rumah makan Aceh.

Peluang pasar mie Aceh inilah yang ditangkap Zubir Marzuki, Owner CV. Megah Tani. Setelah sukses mengolah singkong menjadi mocaf dan tapioka di wilayah Aceh Timur, Zubir kini mencoba mengolah mie Aceh berbahan baku mocaf. “Aceh yang dikenal dengan sejuta warung kopi, mungkin sejuta juga gerobak mie Aceh,” katanya.

Melihat potensi itu, Zubir kemudian berpikir membuat mie Aceh dari mocaf. Bahkan mie dari mocaf juga cukup bagus untuk mie ayam dan mie ramen. Selama ini mie Aceh dibuat dari mie terigu yang bahan bakunya dari impor. “Saya coba mengolah mie kuning dari mocaf. Kami juga sudah menginisiasi anggota DPR dan DPRD untuk pengembangan mie Aceh dari singkong," ujarnya.

Salah satu alasan Zubir mengembangkan mie Aceh dari mocaf adalah peluang pasar yang cukup besar. Mie Aceh merupakan makanan daerah yang sudah menyebar di seluruh Indonesia. Banyak warung makan Aceh yang menjual mie, bahkan menjadi favorit masyarakat.

“Saat ini kita bisa menemukan kuliner Aceh ini di seluruh kota di Indonesia,  bahkan hingga di negera tetangga seperti Malaysia dan Australia,” tuturnya.

Jika melihat lahirnya mie Aceh menurut Zubir, tidak lepas dari pengaruh budaya asing yang masuk ke masyarakat lokal. Misalnya, sup mie Aceh dengan kari yang kental merupakan pengaruh masakan India, sedangkan mie sendiri berasal dari resep masakan China.

“Penyajian dengan menggunakan daging kambing atau sapi pastinya tidak lepas dari pengaruh nilai-nilai Islam di Aceh yang sangat kuat,” kata Zubir. Sementara tambahan makanan laut seperti cumi dan udang, karena Aceh terletak di kelilingi lautan. Namun demikian, Zubir mengakui, tidak ada yang mengetahui secara persis asal-usul mie Aceh tersebut.

"Saya melihat potensi mie Aceh dari mocaf sangat besar. Mie dan kopi bagi masyarakat Aceh sudah menjadi bagian kehidupan. Setiap ada warung kopi, pasti ada mie," katanya.

Trik Membuat Mie Aceh

Untuk membuat mie Zubir mengakui memang agak sulit, sehingga perlu cara tersendiri agar tidak mudah putus. Pasalnya, tepung mocaf bebas gluten berbeda dengan tepung terigu. “Jadi tidak bisa kita buat dengan alat pembuat mie yang ada di pasar, karena tidak ada gluten,” katanya.

Zubir mengatakan, perlu menyiasati agar mie tetap menyatu dan tidak putus. Jadi perlu teknik tersendiri dalam pengolahan. Untuk membuat mie Aceh bisa dibuat 100 persen dari tepung mocaf. "Kalau saya sendiri memberikan tambahan sedikit dengan tepung maezena supaya tidak terlalu menempel," ujarnya. Mie Aceh lanjut Zubir, kini juga telah masuk hotel.

Zubir memberikan trik memuat mie Aceh dari mocaf. Siapkan mocaf dan maezena 1 kg, lalu tambahkan telur 3 butir dan garam 2 sendok. Jika ingin mewarnai, bisa menggunakan warna alami seperti sawi, buah bet, buah naga, wortel dan lain sebagainya sesuai selera.

Setelah itu aduk, kemudian tambahkan air 300 ml. Setelah adonan homogen dan diaduk merata, lakukan pengukusan sampai mendidih. Namun adonan tepung tersebut harus dibungkus dengan kain kasa.

Kukus adonan selama 15-20 menit. Tujuan supaya tepung yang tanpa gluten tersebut bisa terjadi glatinisasi. Setelah selesai pengukusan dinginkan adonan sebentar agar tak terlalu panas saat masuk dalam ekstruder. Setelah adonan dingin, cetak mie sesuai yang dinginkan.

Selama mencoba.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018