Saturday, 08 August 2026


Hari Anak Nasional, Bulog Peduli Penyandang Disabilitas

23 Jul 2026, 13:00 WIBEditor : Yulianto

Bantuan pangan untuk penyandang disabilitas

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momen bagi anak-anak Indonesia mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari semua orang. Begitu juga dengan anak-anak penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak sama dengan yang lain, kasih sayang, perlindungan dan membangun masa depan.

Seperti diketahui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menetapkan tema Hari Anak Nasional: "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."

Tema tersebut menegaskan, anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga sejak dini. Membangun masa depan Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik maupun ekonomi, tetapi juga dengan memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, bahagia, dan bebas dari kekerasan.

Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Perum Bulog Peduli memberikan bantuan pangan untuk anak-anak disabilitas sebanyak 500 paket beras 5 kg. Kegiatan berlangsung di SLBN 2 dan SLBN 11 yang terletak di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

“Anak-anak disabilitas mempunyai hak yang sama dengan yang lain. Ini juga menjadi tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) bagi Bulog,” kata  Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufik. 

Selama ini dalam kegiatan TJSL, Bulog bekerjasama dengan berbagai intansi lain. Kegiatannya, selain bantuan pangan, juga untuk lingkungan seperti penanaman pohon. 

Namun kata Marga, melihat anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut, pihaknya ke depan akan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bisa magang di Perum Bulog. “Kami akan memperlajari lebih lanjut kemungkinan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bisa magang kerja di Bulog," katanya.

Marga mengakui, selama ini yang magang di kantor Bulog adalah anak-anak yang sekolah di SMA dan perguruan tinggi, tapi memang bukan anak-anak yang disabilitas. "Kita akan riset dahulu, semoga bisa secepat terlaksana dan anak-anak yang disabilitas bisa ikut magang di Bulog,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Disabilitas Institute, Enita Adyalaksmita berharap, ke depan pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada penyadang disabilitas, termasuk dalam kesempatan kerja. Saat ini pihaknya kerap memberikan pelatihan berbagai keahlian kepada para penyadang disabilitas. "Mereka sama dan setara," ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SLBN 02, Rully Anjar menambahkan, anak-anak yang belajar di SLBN mendapatkan 9 keterampilan untuk mempersiapkan mereka saat dewasa nanti. Diantaranya, keterampilan batik, tata boga, tata busana, pertanian hortikultura dan perbengkelan otomotif.

Dengan kemampuan yang mereka miliki tersebut, Rully berharap perusahaan, termasuk Bulog bisa memberikan tempat magang bagi mereka sesuai keahlian. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya kami mendapat bantuan beras, tapi juga kesempatan lain seperti mereka yang bukan penyandang disabilitas,” katnaya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018