Jumat, 13 Desember 2019


Kenali Ciri Benih Bawang Putih Oplosan

16 Okt 2019, 15:39 WIBEditor : Yulianto

Benih bawang putih | Sumber Foto:Kontributor

Prinsip Ladorfisio sebagai pedoman dalam memeriksa kualitas benih bawang putih. Ladorfisio adalah akronim dari Cek keaslian label (LA), cek dormansi (DOR), cek fisik (FI), cek siung (SI) serta cek oplosan (O)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Memasuki musim tanam bawang putih akhir tahun ini disinyalir ada oknum bermain dengan menjual benih oplosan. Maksudnya, benih yang siap tanam dicampur dengan yang belum siap tanam.

Sinyalemen tersebut terungkap ketika Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto berkunjung ke lapangan. “Baru-baru ini saya menemukan sendiri secara langsung bukti adanya benih yang terindikasi oplosan di sebuah daerah. Bukan tidak mungkin indikasi serupa terjadi di daerah-daerah lain," kata Anton sapaan akrab dirjen termuda tersebut.

Karena itu Anton meminta, kepada panitia pengadaan benih bawang putih agar berhati hati jangan sampai mendapatkan benih lokal oplosan. Langkah untuk antisipasi hal ini adalah dengan mengambil sampel sebanyak banyaknya.

Apa ciri-ciri benih bawang putih yang dioplos? “Gampangnya, apabila benih bawang putih tersebut benar-benar dipanen dalam satu periode tanam yang sama, mestinya dormansinya juga sama. Apabila satu umbi sudah putus dorman maka semua umbi atau siungnya pasti telah putus dorman juga,” tuturnya.

Prinsip LADORFISIO

Anton menambahkan, pihaknya selalu menekankan prinsip Ladorfisio sebagai pedoman dalam memeriksa kualitas benih bawang putih. Ladorfisio adalah akronim dari Cek keaslian label (LA), cek dormansi (DOR), cek fisik (FI), cek siung (SI) serta cek oplosan (O).

"Semua aspek Ladorfisio harus terpenuhi. Kalau ada satu saja tidak terpenuhi, misalnya ditemukan adanya benih oplosan, maka dipastikan hasil tanamnya nanti tidak akan optimal. Sekali lagi, tolong semua pihak berhati-hati," tegas Anton.

Sementara itu Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menjelaskan, bahwa putus dormannya sebuah benih bawang putih dicirikan dengan munculnya tunas di dalam siung calon benih. Jika siung bawang dibelah melintang, maka akan terlihat tunas tumbuh. “Benih bawang putih yang siap tanam adalah apabila tunasnya tumbuh lebih dari separuh panjang siung,” katanya.

Guna mencegah pengoplosan, pihaknya akan melakukan pembinaan ke penangkar dan calon penangkar benih bawang putih di sentra sentra produksi bawang putih  agar lebih berhati hati menyediakan benih supaya tidak timbul masalah hukum di kemudian hari.

Sesegera mungkin saya akan datangi kabupaten yang saat ini menjadi sentra benih bawang putih nasional seperti Temanggung, Magelang, Karanganyar, Lombok Timur untuk diberikan pembinaan dan pendampingan kepada para penangkar dan calon penangkar benih bawang putih bersama BPSB dan Dinas Pertanian setempat," tutur Sukarman.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018