Friday, 07 May 2021


DPR Ingatkan Anggaran Bawang Putih Jangan Tumpang Tindih

03 Mar 2020, 16:23 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto bersama Komisi IV DPR RI di Sembalun | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

Dalam Petunjuk Teknis Kegiatan Sayuran dan Tanaman Obat Tahun 2020, sudah jelas mengatur pemisahan atau delineasi yang tegas antara kawasan APBN dengan lahan kemitraan importir, setidaknya sampai level wilayah kecamatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Timur---Komisi IV DPR RI mengingatkan mekanisme penggunaan anggaran pengembangan bawang putih yang kini pemerintah lakukan.  Saat ini dalam pengembangan komoditas tersebut ada dua mekanisme yakni melalui bantuan anggaran pemerintah dan kemitraan dengan importir.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dihadapan petani bawang usai meninjau kawasan bawang putih seluas 50 hektar (ha) di Desa Sajang Sembalun, minta agar jangan sampai ada tumpang tindih antara lahan yang dibiayai APBN dengan lahan yang dibiayai melalui kemitraan importir.

“Kami bersama seluruh stakeholder langsung terjun fokus selesaikan masalah. Sampaikan semua permasalahan secara transparan. Jangan bohong,” tegas wakil rakyat dari Dapil Lampung I tersebut.

Seperti diketahui kawasan lereng Gunung Rinjani, tepatnya di wilayah Kecamatan Sembalun Lombok Timur sudah lama dikenal sebagai sentra produksi bawang putih. Didukung agroklimat yang sesuai dan petani yang sudah berpengalaman menjadikan Sembalun sebagai kawasan andalan produksi bawang putih nasional.

Bahkan produktivitas bawang putih yang dihasilkan dari kawasan tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia. Produksi dari daerah tersebut juga mampu menyuplai kebutuhan benih nasional.

Dengan potensi itu Sudin meyakini kawasan Sembalun mampu menjadi sentra benih bawang putih unggulan nasional. Saya yakin kawasan ini mampu menyediakan benih bawang putih lokal, baik dari lahan yang dibiayai APBN, kemitraan importir maupun swadaya petani. Kami mewakili rakyat Indonesia hadir kesini bukan sekedar jalan-jalan. Tapi kami ingin menyelesaikan seluruh permasalahan bawang putih yang ada. Jangan ada yang ditutupi," tuturnya.

Delineasi Lokasi Pengembangan

Sementara itu Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, menghimbau Dinas Pertanian Kabupaten sentra bawang putih seluruh Indonesia agar melakukan pemisahan (delineasi) yang jelas antara lokasi pengembangan yang dibiayai APBN dengan pengembangan kemitraan bersama importir.

Menurut Prihasto, dalam Petunjuk Teknis Kegiatan Sayuran dan Tanaman Obat Tahun 2020, sudah jelas mengatur pemisahan atau delineasi yang tegas antara kawasan APBN dengan lahan kemitraan importir, setidaknya sampai level wilayah kecamatan.

Semuanya harus jelas agar tidak terjadi klaim pertanaman bawang putih. Mari sama-sama kita tingkatkan produksi bawang putih di dalam negeri. Tapi tolong jangan ada dusta diantara kita,” tegas pria yang akrab disapa Anton tersebut.

Ditjen Hortikultura ungkap Anton, sejak 2017 hingga 2019 sudah mengalokasikan anggaran ke Kabupaten Lombok Timur senilai Rp 229 miliar. Khusus untuk pengembangan kawasan bawang putih dialokasikan sebanyak Rp 109 miliar atau setara 3.967 ha.

Pemerintah serius mendukung pengembangan hortikuktura, khususnya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur. Bahkan kita beri kewenangan penuh daerah untuk mengelola sendiri melalui Tugas Pembantuan (TP) Mandiri,” tegasnya.

Catatan Ditjen Hortikultura, sejak 2017 hingga 2019 terdapat 16 importir yang bermitra dengan petani Sembalun untuk menanam bawang putih sesuai Peraturan Menteri Pertanian dengan luasan mencapai 993 ha. Berdasarkan Angka Semntara BPS, produksi bawang putih nasional tahun 2019 mencapai 88.437 ton. Sentra utamanya ada di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Provinsi NTB mampu menyumbang produksi 34,4?ri total produksi bawang putih nasional atau setara 30.453 ton. Sementara, produksi dari Sembalun mendominasi dengan kontribusi 56,6?ri total produksi NTB atau setara 17.235 ton. Tahun 2019 lalu, luas panen bawang putih Lombok Timur tercatat 1.453 ha dengan produktivitas mencapai 11,86 ton/ha. Capaian produktivitas tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018