Wednesday, 21 October 2026


Tumpang Sari Bawang Merah ala Petani Bengkayang

23 Apr 2020, 15:41 WIBEditor : Yulianto

Petani sedang menanam bawang merah

TABLOIDSINARTANI.COM, Bengkayang---Tanaman bawang merah telah berkembang di Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Namun ada yang berbeda dengan daerah lain, dalam budidaya bawang merah petani melakukan tumpang sari dengan cabai, terong dan tomat.

Walaupun pengembangannya belum dalam skala luas seperti sentra-sentra bawang merah yang ada di Jawa, namun petani di Desa Bengkilu sangat antusias untuk belajar dan menerapkan teknologi budidaya bawang merah yang telah dikenalkan BPTP Kalimantan Barat beberapa tahun yang lalu.

Satu hal yang positif dari teknik budidaya bawang merah yang sudah diterapkan di Desa Bengkilu adalah para petani memodifikasinya dengan melakukan penanaman tumpang sari antara tanaman bawang merah dengan cabai, terong atau tomat.

Tingginya kebutuhan komoditi bawang merah di Kalimantan Barat menjadikan komoditi ini memiliki peluang pasar yang masih terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten Bengkayang sangat konsen terhadap pembangunan pertanian di wilayahnya, termasuk upaya pengembangan kawasan bawang merah.

Ada 4 kecamatan yang menjadi lokasi pengembagan kawasan bawang merah yaitu Kec. Seluas, Kec. Sanggau Ledo, Kec. Tujuh Belas dan Kec. Sungai Betung. Total lokasi pengembangan bawang merah mencapai 52 hektar (ha).

Untuk mendukung upaya pengembangan bawang merah di Kab. Bengkayang, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat melakukan demplot kegiatan pendampingan pengembangan kawasan bawang merah. Tanam perdananya dilakukan pada Rabu (22/4).

Kepala BPTP Kalbar, Akhmad Musyaffak mengatakan, tanam perdana ini dimaksudkan untuk mengenalkan teknologi budidaya bawang merah kepada petani disekitar lokasi demplot. Keberhasilan penerapan teknologi ini nantinya diharapkan dapat menambah ketersediaan bawang merah di Kab. Bengkayang.

Lokasi demplot bawang merah ini berada di pinggir jalan utama Desa Bengkilu tepatnya di lahan milik petani anggota Gapoktan Bina Maju. “Harapannya dengan adanya displai demplot tersebut dapat terlihat masyarakat petani pada umumnya, sehingga nantinya tertarik untuk memanfaatkan teknologi budidaya bawang merah tersebut,” katanya.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018