Saturday, 15 August 2020


Bawang Merah Datangkan Uang Rp 195 juta/ha untuk Petani Sukabumi

28 Jul 2020, 07:07 WIBEditor : Gesha

Panen bawang merah petani Sukabumi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Musim kemarau basah kali ini membawa berkah bagi petani bawang merah di Sukabumi. Bagaimana tidak, mereka berhasil mendapatkan uang Rp 195 juta per hektar dari budidaya bawang merah.

Petani itu adalah Firdaus Agustian yang hanya lulusan STM Mesin. Dirinya bersama 5 orang petani anggota Kelompoktani Kalapacondong Desa Sudajayagirang Kecamatan Sukabumi berhasil  mengembangkan bawang merah dan mendapatkan untung besar.

Dari pertanaman bawang merahnya seluas 2 hektar dia memperoleh hasil 13 ton/hektar, jika diuangkan dia memperoleh keuntungan bersih sekitar 195 juta per hektarnya, itupun degan harga jual hanya Rp 23 ribu/kg dan keuntunganya akan bertambah jika harga bawang merah mencapai Rp 40 ribu/kg seperti 3 bulan yang lalu. 

Ternyata bawang merah tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang optimal meskipun ditanam di dataran tinggi seperti di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Adapun bawang merah yang dia tanam adalah verietas Maja dengan jarak tanam 20x20 cm. Panen pun dilakukannya secara bertahap. Bulan ini dirinya panen 1 hektar, bulan lalu pun sudah dipanen 1 hektar.

Rencana ke depan, dirinya akan menanam bawang merah seluas 5 ha dan akan  mengajat teman-teman sebayaanya terjun langsung menggeluti dunia pertanian. "Menjadi petani tidak kalah menjanjikan daripada menjadi karyawan pabrik. Saya dan yang lain bangga menjadi petani.," tegasnya yakin.

Pada acara panen bawang merah tersebut yang dihadiri oleh Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Sukabumi, Penyuluh Pertanian Wilbin Sudajayagirang, Babinsa dari Koramil Sukabumi dan POPT. 

Koordinator BPP Kecamatan Sukabumi, Diat Sujatman berpesan bahwa Kelompoktani sebagai wahana kelas belajar mutllak harus megadakan pertemuan minimal satu bulan satu kali, meskipun di era new normal ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Reporter : Diat S
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018