Saturday, 23 January 2021


Mamak Sulthon Taklukkan Rawa dengan Cabai

05 Jan 2021, 16:04 WIBEditor : Yulianto

Mamak Sulthon di lahan budidaya cabai miliknya | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulau Pisau---Rawa termasuk  lahan marginal yang tak mudah ditaklukkan untuk budidaya padi. Namun Mamak Sulthon, petani yang tinggal di Kelurahan Bereng, Kabupaten Pulang Pisau  berhasil membuat lahan rawa menjadi produktif dengan budaiaya cabai dan sayuran lainnya.

Mamak Sulthon salah satu figur petani yang terbilang gigih bertani. Sebagai seorang transmigran Bersama suaminya, Mamak Sulthon menjadi pertain yang cukup berhasil di negeri rantau. 

Dari hasil pertanaman cabainya, Mamak Sulthon berhasil menyekolahkan kelima anaknya hingga bangku kuliah. Empat orang anaknya sudah lulus, sedangkan anak terakhirnya belum tamat.

Perempuan asal Jawa Timur ini memiliki lahan seluas 2 ha, namun hanya 1 ha yang bisa ditanami karena terkendala permodalan. Dalam 1 ha lahannya itu, ia menerapkan pola budidaya tumpangsari  cabai dengan tomat, daun bawang dan juga okra.

Saat ini suaminya yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda Bereng, di Kelurahan Bereng, Kabupaten Pulang Pisau  mendapatkan bantuan pengembangan food estate seluas 0,5 ha untuk tanaman cabai rawit.

Bantuan yang diperoleh berupa biaya olah lahan dan sarana produksi yaitu benih cabai rawit varietas sigantung, NPK, pupuk organik padat, pupuk organik cair, dolomit, mulsa plastik, likat kuning, benih jagung manis keranjang panen dan fungisida.

Saat dijumpai di lahan, Mamak Sulton mengaku, dirinya sangat bersyukur karena dengan adanya bantuan ini lahan yang tergarap menjadi lebih luas. Awalnya hanya seluas 1 ha meningkat 1,5 ha.

"Saya sangat berterima kasih sudah diberi bantuan ini. Sekarang benih cabainya sudah saya semai dan rencananya nanti akan ditanam pada Januari," ujar Mamak.

Kepala Bidang Hortikultura Kabupaten Pulang Pisau, Wiwik mengatakan, pihaknya siap mengawal petani mewujudkan program ini. Ia juga berharap agar program ini kontinyu dan penerima manfaatnya semakin luas.

Bantuan tersebut merupakan bagian dalam pengembangan Food Estate (FE) yang merupakan salah satu konsep penumbuhan lumbung pangan. Program Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2020 ini berjalan atas arahan Presiden Jokowi guna mewujudkan kemandirian pangan. Selain itu juga bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Kalimantan Tengah merupakan salah satu lokasi pengembangan food estate. Beberapa komoditas pertanian dikembangkan di sana termasuk hortikultura. Komoditas hortikultura yang dikembangkan antara lain sayuran dan buah-buahan terdiri dari cabai, sawi, kangkung, jeruk, kelengkeng dan durian.

Kasubdit Aneka Cabai Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Dessi Rahmaniar saat melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan FE sayuran di Kabupaten Pulang Pisau melihat bahwa semangat petani sayuran di sana sangat tinggi. Sehari-harinya para petani melakukan budidaya hortikultura dalam skala usaha kecil karena keterbatasan modal.

"Melihat kondisi itu, bantuan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah tepat sasaran. Kelompok tani sudah biasa bertanam sayuran namun kekurangan modal. Dengan bantuan ini diharapkan produksi cabai dan sayuran semakin tinggi, dapat memenuhi kebutuhan pasar wilayahnya dan pendapatan petaninya juga meningkat," papar Dessi.

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018