
Andi Pranasta saat peluncuran Hortimart
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kini eranya digitalisasi. Jual-beli produk pertanian pun bisa dilakukan tanpa harus bertemu antara penjual dan pembeli. Mengikuti tren tersebut, Kementerian Pertanian meluncurkan Hortimart sebagai saluran pemasaran produk-produk buah, sayur dan florikultura yang dihasilkan petani.
Produk yang masuk dalam hortimart nantinya akan dipasarkan secara ritel melalui Pasar tani merupakaan binaan Kementerian Pertanian. Salah satu yang telah memanfaatkan aplikasi tersebut adalah Andi Pranasta, petani lemon asal Sukabumi yang tergabung dalam Kelompok Petani Kampung Jampang Manggung.
Ia mengatakan produk dipasarkan adalah buah-buahan, mulai dari lemon organik, buah sirsak, nanas, jahe gajah. “Alhamdulillaah saat ini pasar lemon kami akan bekerjasama dengan PT. Agrowing, PT. Laris Manis Utama” ujarnya di sela-sela peluncuran Hortimart di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Andi mengapresiasi, Hortimart yang digagas pemerintah. Menurutnya,dengan kegiatan seperti ini petani sangat terbantu untuk memperkenalkan produk yang diusahakan. “Dengan online mampu menyerap produksi lemon petani hingga 2 ton per minggu. Terima kasih pemerintah khususnya Ditjen Hortikultura Kementan sangat membantu kami sekali,” katanya. “Pagi ini saja Alhamdulillaah Pak Mayor Jenderal TNI Isdarmawan membeli lemon kami sebanyak 700 Kg,” tambahnya.
Andi berharap, dengan Hortimart petani mampu memiliki daya saing dan memperoleh akses pasar yang terbuka luas. “Kami juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pedesaan sebagai bagian lumbung pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mrngatakan, Hortimart diharapkan menjadi sarana bagi petani mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan menjanjikan. “Kita kerjasamakan Hortimart dengan Pasar Tani sebagai show window produk hortikultura Indonesia. Ini bisa menjadi sarana untuk kita gunakan promosi semua hal,” kata Prihasto dalam Soft Launching Hortimart di Jakarta, Jumat (9/4).
Ia mengatakan, Pasar Tani saat kini terus berkembang, bahkan telah dipersilakan untuk membuka outlet di pusat perbelanjaan. Karena itu, Hortimart sebagai wadah promosi hortikultura dari petani secara langsung akan dapat menyentuh pasar untuk segmen konsumen menengah ke atas. “Kita harus bisa tunjukkan bahwa produk-produk lokal tidak kalah dengan produk impor,” ujarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartani, mengatakan, Hortimart akan menjadi titik temu sekaligus basis data produk-produk yang dihasilkan petani langsung. Melalui Hortimart, pemerintah memberikan kesempatan kepada petani untuk bisa meningkatkan penjualan lewat Pasar Tani.
Produk hortikultura mencakup buah, sayuran, tanaman obat serta tanaman hias. “Salah satu latar belakang didirikannya Hortimart lantara banyak pelaku usaha ritel yang mengeluhkan kekurangan pasokan buah dan sayur dari lokal,” katanya.
Padahal saat yang bersamaan, banyak produk buah dan sayuran dari petani yang kerap kali tak mampu menjangkau pasar lebih luas. Hortimart juga menjadi titik temu aktivitas bisnis karena akan memotong rantai pasok. Bahkan diharapkan ini bisa mendorong adanya ekspor produk lokal.
--
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/