Wednesday, 01 December 2021


Wonosobo, Potensial dikembangkan Close Loop Food Estate

22 Nov 2021, 12:06 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat berkunjung ke Wonosobo | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Wonosobo---Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah berpotensi untuk pengembangan kawasan pangan (food estate), khususnya komoditas hortikultura. Di wilayah tersebut bisa dikembangkan model close loop food estate seperti di wilayah Temanggung, sehingga petani tak perlu khawatir ke mana menjual hasil panen.

Di tengah hujan deras, Menteri Pertanian Syahrul Yasin (SYL) bersama rombongan Eselon I  dan Bupati Wonosobo mengunjungi Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Kamis (18/11).  Mentan yang biasa disapa SYL ini menyatakan dirinya menginginkan dua kabupaten di Pulau Jawa, yakni Temanggung dan Wonosobo mampu menjadi penggerak perekonomian bangsa. 

Melihat perkembangannya, dirinya mendorong agar luasan food estate diperluas lagi hamparannya. Apalagi, kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup besar karena berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Pengembangan Food Estate di wilayah Temanggung - Wonosobo ini memiliki total nilai pengajuan KUR sebanyak Rp 7 miliar dengan menyerap 1.840 orang. Khusus Wonosobo, total pengembangan seluas 330 hektar (ha) dengan menyerap 1.051 orang dengan pengajuan KUR Rp 2,2 miliar. 

"Seperti arahan bapak Presiden, yang pertama itu jelas kelembagaannya, kedua, jelas marketnya, yang ketiga manajemen pengairannya bagus, kemudian menggunakan sistem modern dan yang ke empat tentu mekanisasi-mekanisasi yang kita terapkan," katanya seraya berharap program tersebut bisa memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong peningkatan nilai tambah. Apalagi produk pertanian Indonesia memiliki peminat yang cukup banyak di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, Wonosobo sendiri mengembangkan sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang putih, kentang, bawang merah dan cabai. Sepertinya model close loop Food Estate Temanggung, petani tak perlu khawatir ke mana menjual hasil panen. "Hasil panen sudah ada off takernya. Kita  juga mengundang  off taker lain untuk bisa menyerap langsung, kontrak langsung dengan petani - petani yang sudah menjadi bagian dari kawasan food estade yang di sekitar sini, " terangnya. 

Model seperti ini, kata Prihasto, diharapkan bisa menjadi contoh pengembangan pertanian yang dapat ditiru wilayah lain. Dari persiapan ini diberharap sektor pertanian tumbuh secara cepat. Jika ini berhasil akan menjadi contoh bagi kabupaten lain yang ada di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan bahwa petani sangat antusias dengan program ini. Bahkan dirinya melihat animo masyarakat luar biasa. Sudah lebih dari 300 hektar yang terlibat dalam kegiatan ini. "Saya yakin lama - kelamaan akan lebih luas lagi," ujarnya.

Hal ini, lanjut Afif, karena food estate hadir memberikan harapan bagi masyarakat Wonosobo. Pasalnya, harga dijamin, pasar dijamin bahkan permodalan dijamin perbankan dengan adanya KUR. Kawasan food estate Wonosobo mengembangkan  kawasan cabai seluas 15 hektare, cabai (benih) 1 hektare, bawang putih (benih) 308 ha, bawang merah (benih) 1 hadan kentang seluas 5 hektare. Dalam kunjungan kali ini, petani menggelar mini pameran yang menunjukkan hasil pertanian unggulan Wonosobo.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018