Friday, 01 July 2022


Belajar Dari Malika, Ini Proses Pendaftaran Varietas Unggul Lokal

17 Jun 2022, 10:35 WIBEditor : Herman

Pohon Induk Durian Malika di Gunungpati Kota Semarang | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi akan memiliki varietas durian unggul lokal baru yaitu Malika. Durian unggul Kota Semarang ini akan menambah daftar durian unggul lokal dari Jawa tengah yang saat ini berjumlah 13 varietas. Seperti apa proses pendafataran varietas unggul lokal dilakukan?

13 varietas durian unggul lokal Jawa Tengah yang ada saat ini adalah durian Petruk dan Tarmin dari Kabupaten Japara,  durian varitas Simemang dan Sambeng dari Kabupaten Banjarnegara.

Dari Kabupaten Semarang keluar varitas Kholil dan varitas HK Hortimart, sedang Kabupaten Karanganyar meluncurkan 3 varitas, yaitu varitas Teji, varitas Lawkra dan varitas Sukun.

Untuk Kabupaten Boyolali ada varitas Sunan, Kabupaten Kendal ada varitas Kumbokarno, dan yang terakhir ada durian unggul Kromo Banyumas dari Kabupaten Banyumas.

Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Jawa Tengah Ir. Agus Sujatono, yang ditemui di kantornya, di Tegalgondo, Sawit, Boyolali, mengatakan sebenarnya disetiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pasti mempunyai pohon induk durian yang menghasilkan buah durian dengan rasa dan karakter unggul sesuai standart varitas unggul lokal. Namun, belum semua pohon induk durian unggu ltersebut didaftarkan sebagai varitas durian unggul lokal.

“Pendaftaran varitas unggul lokal ini mudah dan penting, maka dihimbau agar para petani, pengusaha serta Pemerintah Daerah se Jawa Tengah, yang memiliki pohon induk durian unggul lokal, segera mengurus untuk mendapatkan Tanda Daftar dari Menteri Pertanian,” ujar Agus.

Banyak manfaat yang didapat apabila pohon induk durian telah terdaftar sebagai varitas unggul lokal serta mendapat Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian. Bagi pemilik pohon induk akan mendapatkan hak resmi sebagai pemilik benih sumber.

“Ketika pemilik akan menduplikasi atau memperbanyak ,dengan mengikuti prosedur dari BPSB, bibit durian tersebut dapat menjadi bibit durian bersertifikat yang dapat diperdagangkan secara legal,” ungkapnya.

Sedangkan bagi Kabupaten /kota tempat pohon induk tumbuh, akan memperoleh dokumentasi resmi dan pengakuan kekayaan hayati varitas durian lokal yang ada di wilayahnya. Dan manfaat untuk masyarakat luas, khususnya penggemar buah durian, akan semakin mudah mendapatkan buah durian unggul disetiap sudut di Jawa Tengah

Ditambahkan Agus, agar diketahui bahwa proses mendapatkan Tanda Daftar dari Menteri Pertanian RI memerlukan waktu yang cukup panjang. Hal ini disebabkan adanya persyaratan-persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

Dijelaskan bahwa permohonan pendaftaran dapat dilakukan oleh perorangan, badan hukum, instansi Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah, yang ditujukan kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), yang merupakan unit organisasi di lingkungan Kementrian Pertanian.

“Formulir permohonan tersebut harus dilengkapi dengan beberapa lampiran, antara lain hasil uji keunggulan varitas dan hasil uji kebenaran varitas.” Ungkapnya..

Proses Pendaftaran Malika

Merujuk pada pengalaman proses pendaftaran durian Malika, varitas unggul lokal dari Gunungpati, Kota Semarang. Sekarang ini tinggal menunggu hasil pengumuman dari PPVTPP dan atau Ditjen Hortikultura atas hasil penilaian dan pemeriksaan dokumen dan hasil penilaian lapangan.

Ketika bulan lalu Tim Peneliti durian Malika ditemui Tabloid Sinar Tani di lokasi durian Malika tumbuh, Ir. Rukmini salah satu peneliti dari BPSB Jateng, yang hadir bersama anggota peneliti lain Nuryani Kusumawati, SP (BPSB), Sri Yulyarti, SP dan Qaerun, SST (Dinas Pertanian  Kota Semarang) mengatakan bahwa tim peneliti telah bekerja mendampingi Pemulia Dr. Panca Jarot Santoso,SP, MSc dari Balitbu Tropika, di Solok, Sumatra Barat, melakukan observasi pohon induk Malika untuk mendapatkan data kebenaran varitas dan data keunggulan varitas selama 2 tahun, atau 2 periode pembuahan.

Dimulai ketika Dinas Pertanian Kota Semarang mengajukan permohonan pendaftaran varitas durian lokal atas nama Malika kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) pada tahun 2019.

“Selanjutnya BPSB sebagai lembaga penguji kebenaran varitas pemerintah, membentuk Tim Peneliti guna mendampingi Pemulia Tanaman dari Balitbu Tropika untuk melakukan observasi pengumpulan data kebenaran varitas dan data keunggulan varitas pohon induk durian Malika. Namun karena pandemi Covid-19 melanda di seluruh dunia, proses ini jadi agak tertunda,” ujarnya.

Karakteristik Pohon Induk

Observasi untuk proses pengumpulan data atas pohon induk dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama fase vegetatif, untuk identifikasi pohon, batang, dan daun. Tahap kedua pada fase generatif untuk identifikasi bunga dan buah, serta mengambil sampel buah minimal 10 buah durian, setiap musim panen untuk uji laboratorium.

Dari observasi pohon induk diperolehlah data detail karakteristik tanaman maupun buah durian Malika. Misalnya pohon ini mempunyai warna daun bagian atas hijau (RHS Green Group NN 137A) sedang warna daun bagian bawah coklat (RHS Grey Brown Group 199B), panjang daun 12,2 -15,5 cm, ujung dan pangkal daun meruncing. .Warna kelopak bunga kuning kehijauan (RHS Yellow Green Group 146C), warna mahkota bunga kuning kehijauan (RHS Yellow Green Group 154 D), warna kepala putik kuning oranye( RHS Yellow Orange Group 17A), warna benang sari kuning (RHS Yellow Group 4 D).

Bentuk buah Globose, tangkai buah 2,8-4 cm bentuk melebar pada bagian pangkal. Warna buah kuning (RHS Yellow Group 13A), tebal buah 1 – 1,5 cm, rasa daging buah manis dan legit, aroma sedang dan tekstur buah lembut dank esat, betuk biji oblong, jumlah biji total 19 – 22. Jumlah buah per pohon per tahun 700-800 buah dengan produksi 1.400 – 1.800 kg per pohon per tahun.

Selanjutnya, Ir. Rukmini, mengatakan data tersebut disusun menjadi makalah untuk menjadi salah satu lampiran dokumen permohonan pendaftaran durian varitas unggul lokal Malika. Pada saatnya dokumen tersebut akan diperiksa dan dinilai oleh Tim Penilai Pendaftaran Varietas Hortikultura (TP2VH) yang berada dilingkungan Direktorat Jendral Hortikultura, Kementrian Pertanian.

Apabila hasil pemeriksaan dan penilaian varitas memenuhi persyaratan, PPVTPP akan mengumumkan melalui website PPVTPP. Kalau dalam waktu 30 hari tidak ada sanggahan maka loloslah Durian Varitas Malika sebagai Varitas Unggul Lokal yang telah mendapat Tanda Daftar berupa Keputusan Menteri Pertanian RI.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018