Selasa, 27 September 2022


Hasan Miftahul Jadikan Jagung Pulut Ungu Komoditas Andalan

09 Sep 2022, 13:47 WIBEditor : Herman

Jagung Pulut Ungu | Sumber Foto:Soleman

 TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Karakteristi unik jagung ketan/pulut  Ungu memikat banyak petani untuk menanamnya. Salah satunya Hasan Miftahul petani milenial asal Malang yang membudidayakan jagung pulut ungu sebagai komoditas andalan.

Karakteristik unik jagung pulut ungu menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani. Jagung yang awalnya merupakan jagung ketan dari Indonesia Timur ini disilangkan sehingga menghasilkan jenis jagung pulut yang lebih besar, manis, pulen dan berwarna unik. 

”Yang melatar belakangi menanam jagung pulut ini karena melihat tanaman jagung unik di daerah Wonogiri. Selain itu kami juga mendapat informasi kalau kebutuhan dipasar cukup banyak sedangkan petani yang menanam masih sedikit, dan untuk didaerah Malan baru ada ada di daerah Tajinan dan Tumpang,” ungkap Hasan. 

Menurut pemuda lulusan Sekolah Menengah Atas di daerah Malang, Jawa Timur ini jagung pulut ungu dipilih karena unik, komoditas yang eksotik dan memiliki segemen pasar sendiri untuk superfood.

 

“Otomatis segmen pasarnya juga berbeda, tentunya berusaha untuk mencari celah pasar, selain pasar yang menarik adalah ketersediaan benih, tidak seperti pada benih jagung umumnya yang dijual di toko-toko pertanian, saat ini untuk jagung pulut pesannya via online, salah satu indikator ini memang komoditas yang spesial jadi pembelian benihnya lewat market place secara online,” tambahnya,

Hasan mengaku berencana memperluas penanam jagung pulut ungu menjadi 22 titik di sekitar Malang, yang bekerjasama dengan petani penggarab di daerah yang ditentukan. 

Dari pengalamanya, Hasan menyebut produksi jagung pulut ungu masih memiliki produktifitas yang baik walau tanpa proses pengolahan tanah pada awal menanamnya. Selain itu jagung ini juga memiliki masa panen yang cukup cepat yaitu sekitar 65 hst.

“Harga benih jagung pulut Rp 95.000, per 250 gram, kebutuhannya satu hektar sekitar 12 kilo kalau satu hektar lebih kurang membutuhkan biaya bibit sekitar Rp 5 juta,” ujarnya.

 

Proses menanam jagung pulut sama seperti menanam jagung pada umumnya. Biasanya benih jagung pupul akan mulai tumbuh di umur 5-6 hst, setelah itu proses pemupukan NPK dilakukan pada umur 15, 25 dan 45 hst.

“Sedangkan untuk menutup lubang tanam, diberikan pupuk kompos yang dibuat sendiri,” ungkapnya. 

Dengan kandungan anti oksidan yang tinggi, tekstur seperti ketan, rasa yang lebih manis dari jagung biasa sehingga cocok dijadikan sebagai jagung bakar dan rebus tidak heran bila harga jagung pulut ungu dua kali lipat dari jagung biasa, 

“Dengan kapasaitas produksi 11-12 ton per hektar, saat ini harga jagung pulut antara Rp12 ribu – Rp 15 ribu per kilogram bersama tongkol dan klobotnya. Sementara itu, jagung kuning hanya sekitar Rp 5 ribu per kilogram pipil kering,” terang Hasan.  

 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018