Kamis, 09 Februari 2023


Bertani Cabai Merah Ala Petani Karangploso

16 Jan 2023, 06:07 WIBEditor : Herman

Kebun Cabai Karangploso, Malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Pasar yang menjanjikan dari cabai merah keriting, membuat para petani di Karangploso, Kota Malang memilih komoditas yang satu ini sebagai andalan. Seperti apa pertanian cabai merah keriting disalah satu sentra produksi cabai Jawa Timur ini.

Adalah Wiwin salah satu petani di Karangploso, Kota Malang yang mengandalkan cabai merah sebagai salah satu komoditas andalan untuk menunjang ekonomi keluarga. Menurut Wiwin, masyarakat mengenal dua jenis cabai merah diantaranya cabai merah besar dan cabai merah keriting.

“Kedua jenis cabai ini bisa dibedakan dari bentuk dan tekstur kulitnya. Dari dua jenis itu terdapat puluhan bahkan ratusan varietas, dari yang lokal hingga hibrida. Setiap varietas memiliki karakter tumbuh, sehingga untuk memilih jenis mana yang akan dibudidayakan sebaiknya dipilih varietas yang paling cocok dengan lokasi budidaya,”tuturnya.

Dari pengalamannya, Wiwin menceritakan bahwa benih untuk budidaya cabai bisa didapatkan dengan dua cara, membeli di toko benih atau membenihkan sendiri.

“Benih cabai hibrida sebaiknya dibeli dari industri benih terpercaya, sedangkan benih cabai lokal bisa didapatkan dari sesama petani atau menyeleksi sendiri dari hasil panen terdahulu, karena benih cabai jenis hibrida harganya sangat mahal, bila disemai dengan ditabur, dikhawatirkan banyak biji yang tumbuh berhimpit sehingga tidak semua tanaman bisa dimanfaatkan” ungkapnya,

Untuk media pembibitan biasanya Wiwi menggunakan campuran tanah, arang sekam dan kompos atau pupuk kendang dan sebelum dicampur, media tersebut diayak agar halus.

“Sebaiknya dibuat naungan untuk tempat penyemaian untuk menghindari terik matahari dan air hujan, sebaiknya melindungi tempat penyemaian dengan jaring pelindung hama atau serangga,”tambahnya.

Diceritakan Wiwin, lahan yang diperlukan untuk budidaya cabai merah adalah tanah yang gembur dan memiliki drainase yang baik, bersih dari batu atau kerikil dan sisa-sisa akar tanaman, dan bila terlalu banyak gulma bisa gunakan herbisida untuk membasminya.

Dibutuhkan bedengan dan saluran drainase yang baik karena tanaman cabai merah tidak tahan terhadap genangan air.  

“Untuk budidaya cabai sebaiknya bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam, tentunya membutuhkan biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat, mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun,” ungkap Wiwin.

Wiwin menuturkan pemindahan bibit cabai merah dari area persemaian dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun permanen. Penanaman dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menghindari tanaman layu, dan dilakukan serentak dalam satu hari.

“Caranya dengan membuka atau menyobek polibag semai, kemudian bibit cabai merah beserta media tanamnya dimasukkan kedalam lubang tanam dan media penyemaian jangan sampai terpecah, selanjutnya disiram secukupnya untuk mempertahankan kelembaban,” tambhanya.

Penyiraman diperlukan pada saat musim kering, namum untuk proses penyiraman harus dilakukan dengan berhati-hati terutama ketika melakukan disaat tanaman belum terlalu kuat.

“Pada budidaya cabai memerlukan pemasangan ajir atau tongkat bambu untuk menopang tanaman berdiri tegak, biasanya dengan jarak minimal 4 cm dari pangkal batang. Sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 sejak bibit dipindahkan, jika tanaman terlalu besar dikhawatirkan saat ajir ditancapkan akan melukai perakaran, apabila akar terluka tanaman akan akan mudah terserang penyakit,”ujarnya.

Masih dengan pengalamannya, Wiwin mengatakan pemotongan tunas dilakuan setelah 3 minggu untuk budidaya cabai di dataran rendah dan 1 bulan untuk dataran tinggi. Biasanya tunas yang tumbuh pada ketiak daun akan dipotong, umumnya dilakukan sampai terbentuk cabang utama ditandai dengan kemunculan bunga pertama atau kedua.

Selanjutnya, proses pemupukan susulan dilakukan setiap dua minggu sekali hingga panen terakhir. Pemupukan susulan dilakukan dengan penyiraman pupuk pada setiap lubang tanam dan pemupukan yang paling praktis dengan menggunakan pupuk organik cair.

Penyiangan gulma dilakukan apabila diperlukan saja untuk mengendalikan hama dan penyakit dalam budidaya, tidak sedikit yang gagal karena serangan hama dan penyakit.” Jelasnya.

Wiwin menambahkan, cabai merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85 hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan dengan kondisi kematangan buah dan pasar.

“Buah cabai sebaiknya dipetik sekaligus dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan sebaiknya yang berwarna oranye hingga merah, budidaya cabai merah biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung dari varietas dan teknik budidaya,”pungkasnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018