
Suwaryo bersama anggota Kelompok Tani (Poktan) Mugi Lestari
TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap --- Berawal dari YouTube dan obrolan sesama petani, Suwaryo membuktikan bahwa tekad dan kemauan belajar bisa mengubah nasib. Tanpa pendidikan formal di bidang pertanian, ia sukses membudidayakan Bawang Merah dan kini panen hingga 1,2 ton dari lahan sempit. Harga jual yang tengah tinggi membuat jerih payahnya berbuah manis.
Hektaran lahan Bawang Merah varietas Bima Brebes di Desa Jepara Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, dipanen serentak. Hasil panen kali ini melimpah ruah, dan menggembirakan petani karena harga jual di tingkat petani tembus Rp 50 ribu per kilogram.
Lahan seluas 1,5 hektare yang digarap Kelompok Tani (Poktan) Mugi Lestari menghasilkan bawang merah berkualitas tinggi berkat perawatan intensif dan penggunaan benih unggul.
Salah satu pelaku usaha sekaligus anggota Poktan Mugi Lestari, Suwaryo, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen ini tak lepas dari ketekunan dalam belajar dan kerja keras dalam mengelola lahan.
“Kunci sukses budidaya bawang merah itu terletak pada pengolahan lahan yang benar dan penggunaan benih yang berkualitas,” kata Suwaryo.
Ia mengaku belajar secara otodidak, melalui YouTube, dan bertukar pengalaman dengan petani lain.

Untuk lahan seluas 1.200 meter persegi yang ia kelola, Suwaryo membutuhkan benih sekitar 1 sampai 1,5 kuintal.
Harga benih sendiri bervariasi, antara Rp 50 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram, tergantung kondisi pasar.
Suwaryo memulai usaha budidaya bawang merah sejak 2024, dan hingga kini masih konsisten menanam.
Ia berharap apa yang dilakukan dapat menginspirasi petani lain, khususnya di wilayah Cilacap.
“Alhamdulillah masih bertahan hingga sekarang, meskipun sudah merasakan jatuh bangun dalam prosesnya. Tapi hasilnya menjanjikan,” ungkapnya.
Bawang merah menjadi pilihan menarik bagi petani karena masa tanam yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan.
Bahkan, jika harga sedang tinggi, masa panen bisa dipercepat menjadi 53-55 hari.
Dari lahan 1.200 meter persegi, Suwaryo mampu menghasilkan hingga 1,2 ton bawang merah. “Alhamdulillah, panen kali ini maksimal dan harga di tingkat petani sedang bagus,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Poktan Mugi Lestari mengelola lahan bawang merah seluas 1,5 hektare.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Binangun, Edi Nurohman, bersama PPL wilayah Desa Jepara Wetan, Asnawi dan Balya Umar, turut mendampingi para petani dalam kegiatan ini.
Balya Umar berharap hasil panen yang melimpah disertai harga yang stabil dapat terus dinikmati petani.
“Pemerintah mendukung inovasi teknologi pertanian, khususnya budidaya bawang merah berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga produktivitas, kualitas hasil panen, dan mengurangi risiko kerugian akibat hama, penyakit, maupun fluktuasi harga,” pungkas Balya.