
Munas Aspai II, Memilih Tosan Aji Sebagai Ketua
TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang Selatan--- Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) kembali meneguhkan langkah besar. Melalui Musyawarah Nasional (Munas) II Aspai yang berlangsung pada 6–7 September 2025 di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tosan Aji resmi terpilih sebagai Ketua Umum 2025–2030.
Forum nasional ini menjadi momentum penting bagi ASPAI untuk merumuskan arah organisasi serta strategi pengembangan anggur lokal menuju kemandirian.
Puncak Munas II ditandai dengan terpilihnya kembali Tosan Aji atau yang akrab disapa Kang Ocan sebagai Ketua Umum ASPAI periode 2025–2030.
Pemilihan berlangsung aklamasi, dengan dukungan mayoritas anggota yang hadir mewakili 27 dari 50 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASPAI. Ini merupakan periode kedua Tosan memimpin organisasi.
“Kami berkomitmen untuk mendukung program pemerintah terutama dalam mengurangi import anggur dan juga kedepan menargetkan untuk bisa swasembada,” ujar Tosan Aji.

Untuk mewujudkan hal tersebut pria yang akrab disapa Kang Ocan ini akan memperkuat sumber daya manusia melalui pelatihan dan standardisasi budidaya anggur.
“Ke depan, kualitas buah akan menjadi perhatian utama agar mampu bersaing di pasar,” ujar Tosan Aji.
Pada kesempatan tersebut Direktur Buah & Florikultura Kementerian Pertanian RI, Liferdi Lukman, mengatakan saat ini impor anggur Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 95?ri total konsumsi.
Data Kementerian Pertanian mencatat, Indonesia mengimpor sekitar 114 ribu ton anggur setiap tahun dengan nilai lebih dari Rp7,2 triliun.
Karena itu Liferdi menegaskan bahwa ASPAI memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan impor, bahkan kedepan untuk bisa menargetkan swasembada.

“ASPAI sudah mengoleksi lebih dari 120 varietas anggur lokal yang terbukti bisa berbuah di tanah air. Dengan dukungan berbagai pihak, target swasembada anggur bisa tercapai,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah bersama DPR RI berencana mendorong dukungan permodalan melalui perbankan untuk memperkuat petani anggur di dalam negeri.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser, yang menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan anggur lokal.
“Kami mendorong agar anggaran tidak lagi difokuskan pada impor buah, tetapi untuk penyediaan bibit anggur bersertifikat, greenhouse, dan pelatihan bagi penggiat anggur. Lebih baik bibit berkualitas dibawa ke tanah air, daripada terus-menerus mengimpor buahnya,” tegas Dadang.
ASPAI yang kini memiliki 36 DPD aktif di berbagai daerah mulai dari Aceh, Kalimantan, hingga Jawa, juga tengah memperkuat kolaborasi dengan akademisi.
Saat ini, sudah ada 11 varietas anggur lokal yang didaftarkan, tiga di antaranya siap dilepas pada tahun depan.
Tosan Aji menambahkan, masyarakat umum juga bisa berkontribusi dengan menanam anggur di pekarangan rumah.
“Menanam anggur itu mudah dan murah jika dilakukan dengan cara yang tepat. Kami ingin masyarakat semakin gemar menanam sekaligus meningkatkan konsumsi buah lokal,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh dari pemerintah serta DPR, ASPAI menargetkan Indonesia mampu mengurangi impor anggur secara signifikan dan mewujudkan swasembada anggur nasional.



