Sunday, 07 June 2026


Kenal Lebih Dekat Furoda Jabaragritek, Calon Anggur Unggul Nasional dari Bandung

13 Jan 2026, 15:11 WIBEditor : Herman

Furoda Jabaragritek Calon Vareitas Anggur Unggul Nasional

TABLOIDSINARTANI,COM, Bandung – Dunia perangguran Indonesia kembali menghadirkan varietas potensial. Anggur Furoda Jabaragritek, varietas anggur asal Ukraina ini sudah lama ditanam di tanah air.

Dengan keunggulan buah gede/besar, manis dan genjah kini Furoda Jabaragritek sedang dalam proses pendaftaran sebagai varietas anggur unggul nasional.

Varietas ini dikembangkan dari pohon induk yang berada di Kebun Anggur Apih, berlokasi di Cigending, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut pemilik kebun, Kang Nandang, anggur Furoda telah lama dibudidayakan dan menunjukkan performa yang menjanjikan.

“Anggur ini berasal dari Ukraina, dengan cita rasa manis yang harmonis. Masa kematangannya sekitar 100 hari,” ujar Kang Nandang.

Secara fisik, anggur Furoda memiliki ciri khas yang menarik. Buahnya bertekstur crunchy atau renyah, tidak berair, dengan bentuk bulat agak lonjong.

Saat matang sempurna, warnanya berubah dari hijau, lalu kemerahan, hingga ungu kehitaman. Tingkat kemanisan atau brix anggur ini dapat lebih dari 20 brix.

Pohon induk anggur Furoda di Kebun Anggur Apih saat ini telah berusia sekitar lima tahun, dengan diameter batang mencapai kurang lebih 5 inci. Varietas ini dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat serta mudah berbuah.

Ciri pohon, yaitu jarak antar ruasnya cukup panjang, bisa mencapai 10 sentimeter, sehingga cocok ditanam di lahan yang agak lapang.

“Varietas ini genjah, gampang berbuah, dan daunnya lebar mirip Muscat,” jelasnya.

Anggur yang satu ini memiliki potensi dompolan yang besar. Dalam kondisi sinar matahari yang kurang optimal saja seperti di kebun anggur Apih, bobot dompolan rata-rata mencapai 900 gram.

Jika ditanam di lokasi dengan paparan matahari penuh dan perawatan maksimal, ukuran dompolan bisa jauh lebih besar.

Selain sinar matahari, faktor angin juga disebut berpengaruh terhadap kualitas buah. Lokasi tanam yang terbuka dinilai mampu menghasilkan buah dengan kualitas lebih baik.

Menariknya, nama Furoda memiliki kisah tersendiri. Kang Nandang yang merupakan Ketua Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) Bandung Raya ini mengungkapkan, penamaan ini terinspirasi dari peristiwa tahun 2022, ketika ratusan calon jemaah haji gagal berangkat meski telah membayar Haji Furoda.

“Pemilik travel yang mengalami kerugian besar saat itu bertemu saya setelah pulang haji. Ia meminta izin agar satu varietas anggur diberi nama Furoda, sebagai pengingat peristiwa tersebut,” tuturnya.

Ke depan, Kang Nandang berharap anggur Furoda dapat dikembangkan secara komersial setelah proses perizinan selesai. Ia optimistis varietas ini berpeluang besar untuk dilepas ke pasar karena ukuran buahnya yang besar dan kualitasnya yang unggul.

“Harapannya, setelah bersertifikat, anggur Furoda bisa lebih cepat dimasyarakatkan. Jika varietas berkualitas seperti ini banyak ditanam, target substitusi impor anggur dan pengurangan ketergantungan pada anggur impor bisa tercapai,” pungkasnya.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018