Friday, 06 March 2026


Anggur Lokal Masuk Pasar Modern, ASPAI dan PT Biki Makmur Teken MoU Rp100 Miliar

09 Sep 2025, 11:01 WIBEditor : Herman

Penandatangnan MoU Aspai dengan PT Biki Makmur Bersama untuk serap anggur lokal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kabar menggembirakan datang dari Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dalam momentum ini, ASPAI resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Biki Makmur Bersama senilai Rp100 miliar untuk mendistribusikan anggur lokal ke pasar modern, ritel, hingga ekspor dalam lima tahun ke depan.

Ketua Umum ASPAI, Tosan Aji, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas pasar anggur lokal.

“Minimal Rp100 miliar per tahun kuota serap pasar. Selama empat bulan terakhir sebenarnya distribusi sudah berjalan, tapi sifatnya masih personal. Karena itu saya usulkan masuk melalui asosiasi agar lebih terorganisir,” jelasnya.

Menurut Tosan, harga anggur lokal memang lebih tinggi dibandingkan impor, bahkan bisa mencapai tiga kali lipat. Namun kualitasnya membuat banyak konsumen tertarik. Saat ini, varietas yang paling banyak diserap pasar adalah Jupiter, dan ke depan ASPAI menyiapkan sekitar 10 varietas lain.

“Kontrak ini juga jadi momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) petani. Selama ini masalah terbesar ada pada kestabilan kualitas buah. Kami ingin anggur lokal tidak hanya laku, tapi juga konsisten,” tambah Tosan.

Komisaris PT Biki Makmur Bersama, Vidi Nugraha, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya soal pasar, tapi juga menjaga kualitas.

“Anggur lokal terbukti bisa bersaing dengan impor, bahkan lebih segar dan sehat. Karena itu, quality control menjadi kunci, termasuk dengan penggunaan teknologi pascapanen dan coating organik Chitasil agar daya simpan lebih panjang,” kata Vidi.

Chitasil sendiri merupakan pelapis buah dan sayur berbahan alami yang mampu menghilangkan residu pestisida, menjaga kesegaran selama distribusi jarak jauh, dan telah bersertifikasi halal. Produk ini berbasis chitosan food grade yang sudah mendapat izin BPOM.

Dengan inovasi tersebut, anggur lokal dapat bertahan lebih lama di gudang, tetap segar saat dipajang di rak supermarket, dan aman dikonsumsi.

Kolaborasi ASPAI dengan PT Biki Makmur Bersama sebelumnya telah melalui tahap uji coba distribusi di sejumlah supermarket. Hasilnya cukup menggembirakan.

Pemilik Ranch Market, Vincent Jaya Saputra, menuturkan bahwa anggur lokal mendapat respons positif dari konsumen.

“Dalam kurang dari dua minggu, stok anggur lokal langsung habis. Ini bukti nyata bahwa anggur kita bisa bersaing dengan produk impor. Apalagi dengan tambahan coating organik, kualitasnya semakin terjaga,” ungkapnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk industrialisasi pertanian anggur di Indonesia. Selain memperkuat pasar domestik, ASPAI dan PT Biki Makmur Bersama juga menargetkan ekspor sebagai langkah strategis.

“Ke depan, kita ingin Indonesia bisa swasembada anggur. Produk anggota ASPAI akan kami serap, lalu distribusikan tidak hanya ke pasar lokal, tapi juga ke mancanegara,” ujar Vidi.

Dengan langkah ini, anggur lokal bukan hanya hadir di meja makan masyarakat, tapi juga bersaing di pasar global dengan membawa ciri khas kualitas Indonesia.

Reporter : Rafi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018