Saturday, 08 August 2026


Perkuat Ketahanan Pangan, Sekolah di Jakarta Timur Terapkan Urban Farming

29 Jul 2026, 15:15 WIBEditor : Herman Pratikno

Sekolah di Jakarta Timur sudah terapkan urban farming

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Upaya membangun ketahanan pangan perkotaan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda terus diperkuat di Jakarta Timur.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur bersama Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah 1 dan Wilayah 2 Jakarta Timur menggelar webinar bertajuk "Sekolah Hijau dan Produktif Melalui Urban Farming", beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini diikuti ratusan guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Jakarta Timur, serta para pegiat urban farming. Webinar menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus mendorong semakin banyak sekolah memanfaatkan lahan yang dimiliki sebagai sarana pembelajaran sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto, Kepala Sudindik Wilayah 1 Jakarta Timur M. Fahmi, serta Kepala Sudindik Wilayah 2 Jakarta Timur Horale Tua Simanullang.

Kepala Sudindik Wilayah 1 Jakarta Timur M. Fahmi berharap gerakan urban farming yang dimulai dari sekolah-sekolah di Jakarta Timur mampu memberikan dampak lebih luas hingga ke masyarakat.

"Semoga kegiatan yang dimulai di Jakarta Timur ini mempunyai resonansi yang memengaruhi bukan hanya sekolah-sekolah di Jakarta Timur, tetapi juga masyarakat di wilayah lain. Ketahanan pangan dan peradaban dapat dimulai dari sekolah. Masa depan bukan milik kita, melainkan milik anak-anak yang saat ini sedang belajar. Peradaban emas Indonesia 2045 harus ditanamkan sejak dini," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Sudindik Wilayah 2 Jakarta Timur Horale Tua Simanullang menilai pemanfaatan lahan sekolah melalui urban farming tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut siswa dapat belajar bercocok tanam, mengelola sampah organik, membuat kompos, hingga memahami konservasi lingkungan secara langsung. Pembelajaran seperti ini mampu menumbuhkan karakter gotong royong, kreativitas, tanggung jawab, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

"Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 484 sekolah di Jakarta Timur yang aktif menjalankan program urban farming. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan di kawasan perkotaan.

Ia mengatakan keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pengembangan pertanian di Jakarta. Namun, kondisi tersebut justru mendorong lahirnya berbagai inovasi dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, termasuk lingkungan sekolah.

"Sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya pendidikan formal, tetapi juga laboratorium kehidupan. Di sini peserta didik dapat belajar mengenal lingkungan, menanam, merawat, memanen hingga mengolah dan bahkan memasarkan hasil panennya," ujar Taufik.

Menurutnya, setiap sekolah dapat mengembangkan urban farming sesuai kondisi lahannya, mulai dari budidaya sayuran, tanaman pangan, hingga perikanan dan pengolahan hasilnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh teori tentang ketahanan pangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang akan membentuk karakter mandiri, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan.

 

"Urban farming bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga proses membangun karakter generasi muda yang sadar akan pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan," tambahnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan pendidikan. Mereka adalah Ferdhi Isnan Nuryana selaku Ketua Tim Kerja Penerapan Modernisasi Pertanian BRMP Kementerian Pertanian, Liyuza Usman Latuconsina dari PT East West Seed Indonesia, Muhammad Zaenal yang merupakan Guru IPS SMPN 7 Jakarta Timur, serta Joko Sugiharto, Pengasuh Pondok Pesantren Ulul Ilmi Jakarta Timur.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018