Saturday, 24 October 2020


Penyuluh Kenalkan Petani Persemaian Padi Tertutup, Ini Kelebihannya

18 Sep 2020, 10:05 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh bersama petani melakukan persemaian tertutup | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Teknologi persemaian tertutup kini menjadi salah satu alternatif bagi petani sebelum menanam padi. Ada beberapa kelebihan cara persemaian tersebut.

Penyuluh Pertanian BPP Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Elvita Elvita Triapriliana mengatakan, proses persemaian bibit padi dengan sistem tertutup hampir sama seperti proses persemaian yang biasa dilakukan petani umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada penggunaan plastik sebagai alas dan penutup yang berpori. 

Kelebihan persemaian tertutup adalah sistem tumbuh bibit dengan seragam, melindungi tanaman padi dari serangan berbagai hama dan penyakit, bibit terhindar dari terpaan hujan. “Dalam pengambilan/pemindahan bibit juga lebih mudah dan mengurangi terputusnya akar bibit saat proses pemindahan, karena media tanam pada persemain tertutup menggunakan tanah yang beralaskan plastik,” tutur Elvita.

Untuk memperkenalkan inovasi teknologi tersebut, Dinas Pertanian, Kabupaten Bondowoso melalui BPP Sumberwringin membuat demplot persemaian padi secara tertutup. Tujuan demplot ini agar tersampaikan informasi teknologi inovasi pertanian terbaru, tercapainya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani.

“Persemaian tertutup itu juag akan meningkatkan efisiensi waktu dalam proses budidaya dan persediaan benih padi yang sehat dan bebas serangan hama penyakit,” kata Wlvita.

Kegiatan demplot persemaian padi secara tertutup dilaksanakan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya 01 Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan awal bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2020. Kebetulan penanggung jawab kegiatan demplot ini adalah penyuluh pertanian wanita, Elvita Triapriliana.

Elvita mengatakan, demplot dilakukan jika informasi teknologi yang akan disampaikan berupa informasi inovasi teknologi baru yang mengutamakan ketercapaian kemampuan keterampilan petani. Dengan pelaksanaan demplot, petani bisa langsung melaksanakan pembelajaran secara aktif/langsung, serta dapat melakukan pembuktian dari pemanfaatan informasi teknologi inovasi terbaru,” tuturnya.

Elvita menegaskan, meski di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan dirinya tetap mendampingi petani untuk memberi informasi, mengedukasi petani dengan inovasi-inovasi pertanian. Namun demikian, kegiatan demplot diikuti beberapa petani dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Ditengah pandemi Covid 19 yang sampai kini belum usai, pejuang pangan harus tetap bertahan melanjutkan ketersedian pangan untuk 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian yang begitu penting dalam mendampingi dan mengawal petani. 

Salah satu tugas pokok dari penyuluh pertanian yaitu melakukan desiminasi teknologi dan informasi pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha melalui proses penyuluhan. Salah satunya dengan demplot. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia.  Penyuluh harus mendampingi petani untuk menggenjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu program utama Kementan adalah Kostratani yang mana BPP menjadi sarana untuk menghubungkan petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian dapat terhubung secara digital. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen untuk tetap optimis dan semangat untuk membangun Kostratani.

Reporter : Elvita/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018