Wednesday, 14 April 2021


Alsintan Rusak?Panggil Bengkel Alsintan Berjalan

06 Apr 2021, 14:13 WIBEditor : Gesha

Ketersediaan alat-alat di Bengkel Alsintan Berjalan | Sumber Foto:BBP Mektan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang -- Punya Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) rusak?Tapi tidak miliki kemampuan reparasi?Bengkel alsintan pun jauh?Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) kini punya teknologi Bengkel Alsintan Berjalan (Mobile).

Sejak 2014, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) terus digencarkan oleh pemerintah, namun, dalam pemanfaatannya banyak alsintan yang terbengkalai karena rusak.“Banyak alsintan rusak yang sebenarnya bisa diperbaiki sendiri, tapi kurangnya pengetahuan dan alat menjadikan alsintan rusak dibiarkan begitu saja,” ungkap Ana Nurhasanah, perekayasa ahli utama di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Balitbang Pertanian, Selasa (6/4).

Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya jumlah teknisi serta bengkel khusus alsintan yang ada di wilayah sentra pertanian. Hal ini yang melatarbelakangi Balitbang Pertanian melalui para perekayasanya di BBP Mektan, merancang bengkel alsintan mobile.

"Dengan konstruksi roda kecil dan body yang kecil, bengkel berjalan ini mudah masuk ke jalan usaha tani. Sehingga mampu bekerja langsung (on the spot). Jadi petani tidak perlu lagi angkat-angkat alsintannya ke bengkel," lanjut Ana.

Dalam bengkel ini sudah lengkap dengan suku cadang untuk semua jenis alsintan. Mulai dari traktor roda 2, traktor roda 4 dan peralatan lain seperti alat las, alat potong, v belt motor, hingga gigi. "Namun jika kerusakannya memerlukan suku cadang pabrikan yang besar, bengkel berjalan ini akan menghubungi pihak pabrikan dan dilakukan perbaikan dengan teknisi," jelasnya.

Ana menambahkan, bengkel alsintan mobile ini telah terintegrasi dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Smart Mobile, sebuah aplikasi penyedia jasa alsintan yang telah diluncurkan sejak 2018 yang lalu. "Kita lengkapi bengkel berjalan ini dengan GPS dan terintegrasi dengan UPJA Smart Mobile , sehingga petani yang berada di daerah tersebut bisa dengan mudahnya order bengkel berjalan terdekat," ujarnya.

Kini, pabrikasi bengkel berjalan ini tengah dilakukan oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dengan unit AMMDes atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan yang berfungsi sebagai Alat Angkut hasil pertanian dan Alat Produksi untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian di Pedesaan.  Untuk harga komersial bengkel berjalan ini, masih belum diumumkan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian), Fadjry Djufry menambahkan bengkel berjalan ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang sering dihadapi oleh petani. Hal ini juga sesuai dengan tugas dan fungsi dari BBP Mektan. “Perekayasaan alsintan dan pendukungnya menjadi tugas dan fungsi dari BBP Mektan, termasuk pendampingan mulai dari pengoperasian, perawatan hingga kerusakan (trouble shooting)," urainya.

Fadjry juga memberikan apresiasi kepada BBP Mektan yang telah menghasilkan berbagai prototipe dan sudah banyak dilisensi, baik alsintan dari pra tanam hingga pascapanen, termasuk sarana pendukungnya seperti bengkel alsintan mobile.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan juga menegaskan pentingnya alat mesin pertanian bagi pembangunan pertanian di Indonesia. "Mau bagaimanapun juga sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi bangsa yang dibutuhkan. Untuk itu dalam mengakselerasi pertanian, kita membutuhkan mekanisasi yang lebih kuat," katanya.

Sementara, Kepala BBP Mektan Agung Prabowo menjelaskan bahwa dengan bengkel alsintan mobile ini akan lebih hemat dibandingkan harus membuat bangunan bengkel stasioner. "Alsin-alsin yang trouble di lapangan seperti patah as, rusak mesin akan sulit untuk diangkut petani ke bengkel. Lebih baik bengkelnya yang datang langsung ke petani, lebih efisien. Bengkel alsintan mobile tersebut bisa juga menjadi salah satu bagian dari bengkel stationer untuk armada pelayanan mobile yang langsung menjemput bola ke lahan-lahan," jelasnya.

Agung juga mengatakan bahwa saat ini telah banyak permintaan dari pemerintah daerah untuk dapat menggunakan bengkel alsintan mobile ini. “Saat ini, perbanyakan bengkel alsintan mobile telah masuk dalam pabrikasi, tinggal menunggu saja.” pungkasnya.

Dalam mengembangkan alsintan, BBP Mektan didukung berbagai fasilitas canggih seperti laboratorium disain, laboratorium kerekayasaan (manual & CNC), laboratorium pengujian (TR4, TR2, Pompa air irigasi, sprayer dan pascapanen pertanian), serta laboratorium lapang/ kebun percobaan. Bahkan Laboratorium Penguji BBP Mektan sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) di bawah Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan sertifikat akreditasi nomor LP-1185-IDN untuk 17 ruang lingkup.

===

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : NATTASYA
Sumber : BBP Mektan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018