Monday, 06 December 2021


Ingin Beternak? Puslitbangnak Sediakan Paket Teknologi Adaptif, Murah dan Mudah

15 Nov 2021, 12:46 WIBEditor : Yulianto

Ternak Kambing Saanen | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Inovasi teknologi yang dihasilkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan memiliki potensi dikembangkan dan disebarluaskan ke masyarakat. Bahkan hasil inovasi tersebut telah dikemas dalam paket teknologi yang adaptif, murah dan mudah diterapkan oleh petani di pedesaan.

Demikian diungkapkan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Litbang Pertanian Kementan. Dr. drh. Agus Susanto, M.Si saat Apresiasi Peternak Sukses dan FGD Pengembangan Usaha Kambing Domba Mendukung Ekspor di Bogor, Senin (15/11).

Beberapa bibit dan produk unggulan yang telah dihasilkan Puslibtan Peternakan  antara lain sapi potong (Pogasi Agrinak), domba (Compass Agrinak, Komposit Garut Agrinak, Bahtera Aginak), kambing (Boerka Galaksi Agrinak), ayam (KUB-1, Sensi Agrinak), itik (Mojomaster Agrinak, Alabimaster Agrinak, PMp Agrinak), kelinci (Reksi Agrinak, Reza Agrinak) dan tanaman pakan Gonzol Agribun dan Stenotaphrum Agrinak.

“Selain penanganan dampak Covid-19, diseminasi bibit ternak dilakukan untuk melanjutkan komitmen pengembangan bibit ternak unggul,” kata Agus. Namun untuk mempercepat dan memperluas jangkauan penyebaran bibit unggul ternak, diperlukan pembangunan pusat-pusat pembibitan di beberapa lokasi di wilayah Indonesia, baik di UPT lingkup Puslitbangnak maupun beberapa BPTP terpilih.

Pengembangan ini katanya, juga sebagai upaya memasyarakatkan sekaligus memassalkan hasil inovasi untuk mendorong ketersediaan jumlah bibit, baik melalui kemitraan dengan peternak pembibit maupun langsung di level peternak rumah tangga.

Puslitbangnak telah menyebarkan bibit unggul tersebut dan telah berkembang di beberapa wilayah indonesia, yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kemitraan akselerasi, food estate dan lain sebagainya. “Program ini sifatnya sebagai pematik dan ternyata ditangkap mitra peternak,” katanya.

Ternak Kambing dan Domba

Pada kesempatan itu, Agus mengatakan, kambing dan domba merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang untuk diekspor. Guna mensukseskan program strategis tersebut, diperlukan penguatan aspek hulu dan hilir serta penguatan sistem perdagangan.

Agus mengakui, pengembangan pembibitan masih perlu perbaikan manajemen. Diantaranya, pemuliabiakan ternak yang terarah dan berkesinambungan untuk memproduksi bibit sesuai standar. Namun diperlukan dukungan pemerintah secara all out dengan komitmen jangka panjang melalui kegiatan pendampingan, sehingga dapat langsung diimplementasikan oleh masyarakat.

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah menginisiasi pembuatan pilot project bekerjsama dengan Brimob Polda di Sulawesi Selatan sebagai model percontohan,” katanya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018