Kamis, 09 Februari 2023


SISCorp 2.0 Andalan Kementan Patau Sentra Produksi Pangan

30 Des 2022, 14:50 WIBEditor : Herman

Tampilan SISCorp Pantau Sentra Produksi Padi Karawang | Sumber Foto:Doc. Sinta

TABLOIDSINARTANI, Jakarta --- Dalam memonitoring produksi padi nasional, Kementarian Pertanian memiliki Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop). Sistem informasi berbasis satelit Sentinal-1 ini memberikan informasi realtime seputar pertanian padi nasional yang menjadi dasar Kementan dalam mengambil kebijakan.

Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan produksi padi nasional melalui Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop). Sistem berbasis satelit Sentinal-1 yang merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan Lapan ini memberikan informasi realtime kondisi luas panen, produksi padi hingga produksi beras di sentra produksi padi nasional.

Dijelaskan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP Kementan), Husnain bahwa data SISCrop merupakan data internal Kementan yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan digunakan sebagai dasar informasi yang disampaikan kepada Menteri Pertanian.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian secar legal kita gunakan data BPS tetapi Kementan juga harus memiliki informasi realtime yang bisa digunakan untuk mengabil kebijakan-kebijakan,” tambahnya.

Saat ini Kementan menggunakan Informasi SISCrop 2,0 berbasis satelit Sentinel-1. Satelit ini memiliki berbagai kelebihan seperti menggunakan sensor Synthetic Apperture Radar (SAR) yang bebas tutupan awan dan tidak tekendala waktu pengambilan.

Resolusi temporal 10-15 hari, resolusi spasial 10 meter, monitor standing croppada fase pengairan, fase vegetatif 1 dan 2, fase generatif 1 dan 2 serta fase bera.

Selain itu Sentinel-1 juga melakukan Analisa biomasa sehingga bisa memprediksi  produktivitas dan produksi. Dengan akurasi bervariasi 90,32% untuk Provinsi dan 90,91% untuk Kabupaten.

Update data Sentinel-1 dilakukan dalam 10 hari untuk wilayah Jawa dan Sulawesi, sedangkan untuk Sumatra, Kalimantan dan Nusa Tenggara baru full akuisis dalam waktu 15 hari.

Husnain menyampaikan informasi SISCorp 2.0 dapat diakses melalui http://scs1.litbang.pertanian.go.id/home. Pada link tersebut bisa dilihat informasi kondisi sentra pertanaman padi di berbagai provinsi di tanah air, selain itu juga bisa didapat informasi seputar pupuk yang dibutuhkan petani.

“Kita contohkan di Karawang, dengan luas baku sawah 101 ribu hektar, provitas 6,06 ton/ha, dan kondisi padi 68%  vase vegetatif 1, itu menunjukkan bahwa akan panen pada bulan Februari, Maret, April,” jelasnya.

Husnain menambahkan pada website juga bisa didapat informasi produktifitas di Karawang dengan luas baku sawah 101 ribu hektar, luas tanam 60 ribu hektar, luas panen di Desember sekitar 13 ribu hekar dan sampai Aprli jadi bisa diprediksi sampai 4 bulan kedepan.

“Kita di Kementan bertanggung jawab untuk menyediakan pangan untuk 250 juta penduduk, dan kita juga perlu memiliki data yang realtime untuk itu,” ungkapnya.

Husnain berharap bisa berkoordinasi dengan berbagai Lembaga yang ada sehingga bisa mendapatkan data yang akurat dan bisa mengkoreksi satu sama lain.          

   

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018