Jumat, 21 Juni 2024


BRIN Gandeng Wilmar dan Syngenta Kembangkan Benih Padi Unggul

25 Mei 2023, 05:35 WIBEditor : Yulianto

Rice Business Head PT WPI Saronto, saat melihat padi Witagen | Sumber Foto:dok. Wilmar

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerjasama dengan PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) dan Syngenta dalam pengembangan Varietas Padi Witagen. Varietas tersebut diharapkan memiliki produktivitas tinggi, sekaligus tahan hama penyakit. Kerjasama itu merupakan dukungan bagi ketahanan pangan nasional.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerjasama telah diteken ketiga pihak pada 12 April lalu di Jakarta.  Kepala Pusat Rekayasa Genetika BRIN Ratih Asmana Ningrum mengatakan, kerjasama tersebut diharapkan dapat menambah pilihan benih padi unggul berkualitas tinggi dan sesuai dengan kondisi saat ini, salah satunya adalah perubahan iklim.

“Kami berharap varietas itu akan bermanfaat dalam memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Benih diharapkan bermanfaat bagi petani dalam penyediaan benih unggul,” ujar dia.

Kegiatan yang akan dilakukan dalam kerjasama itu meliputi seleksi varietas padi unggul dan adaptif dengan lingkungan di Indonesia, penelitian dan pengembangan dalam bidang genetik, pengujian dan evaluasi benih padi, pengujian lapangan, serta produksi dan distribusi benih padi unggul hasil kerjasama kepada petani.

Menurut Rice Business Head PT WPI Saronto, penggunaaan benih unggul dan berkualitas merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam usaha tani padi. Pengembangan varietas baru itu diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kesejahteraan petani adalah salah satu kunci peningkatan produktivitas pangan,” kata dia.

Pengembangan Varietas Witagen merupakan strategi budidaya pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Fenomena tersebut memberikan tantangan besar terhadap petani padi, seperti timbulnya pola serangan hama penyakit yang sulit diprediksi dan curah hujan tidak menentu.

Hal itu menyebabkan penurunan produktivitas akibat padi rentan terhadap serangan hama penyakit dan tanaman rebah akibat cuaca ekstrem. Karena itu, petani harus dibantu sesuai dengan kebutuhannya agar produktivitasya meningkat.

Pihak Syngenta juga menyambut baik kerjasama tiga pihak ini. Seed Business Sustainability Manager Syngenta Indonesia, Retha Datulong mengatakan, sebagai produsen benih yang telah lebih dari dua dekade melayani petani, pihaknya meyakini benih berkualitas merupakan salah satu kunci kesuksesan budidaya tanaman.

Melalui kerjasama ini, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan benih padi yang berkualitas bagi petani, dengan peningkatan kualitas secara genetik yang dilakukan melalui kerjasama ini, agar terus dapat meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. “Beras menjadi komoditas strategis. Kita ingin menghasilkan benih yang baik yang tahan penyakit dan produktivitasnya tinggi,” katanya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018