Thursday, 16 July 2026


SPMF Resmi Hadir di Indonesia: Revolusi Pertanian Ramah Lingkungan dan Untungkan Petani!

02 Feb 2026, 13:36 WIBEditor : Gesha

SPMF hadir di Indonesia! Framework baru ini bantu petani tingkatkan produktivitas, lindungi tanaman dari hama & banjir, serta pastikan pertanian lebih ramah lingkungan dan aman.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- SPMF hadir di Indonesia! Framework baru ini bantu petani tingkatkan produktivitas, lindungi tanaman dari hama & banjir, serta pastikan pertanian lebih ramah lingkungan dan aman.

CropLife resmi meluncurkan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) di Indonesia pada 29 Januari 2026.

Program ini dirancang untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, aman bagi petani, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Peluncuran SPMF di Indonesia menandai negara ketiga di Asia setelah Vietnam dan Thailand yang mengadopsi kerangka kerja ini.

Menurut Simone Barg, President of CropLife Asia, Indonesia menjadi pilihan strategis karena pertanian masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional dan sumber penghidupan jutaan petani.

“Kehadiran SPMF di Indonesia adalah langkah alami untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan dan produktif,” ujar Simone.

SPMF bukan sekadar inisiatif industri, dimana kerangka ini mengacu langsung pada United Nations International Code of Conduct on Pesticide Management, menjadikannya standar global berbasis sains.

Tujuannya jelas yaitu melindungi kesehatan manusia, menjaga lingkungan, dan meningkatkan produktivitas pertanian tanpa kompromi.

“Ini bukan standar CropLife, tapi standar PBB,” tegas Simone.

Dengan pendekatan global, SPMF memastikan petani mendapatkan akses teknologi terbaru, praktik penggunaan pestisida yang aman, serta solusi inovatif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Integrasi Inisiatif

Menurut Kukuh Ambar Waluyo, Chairman CropLife Indonesia, beberapa program yang sebelumnya berjalan di Indonesia, seperti edukasi penggunaan pestisida, antipemalsuan, dan penggunaan drone pertanian, kini disatukan di bawah payung SPMF.

“Seluruh inisiatif ini menjadi satu rumah kolaborasi yang lebih terstruktur dan terarah,” kata Kukuh.

Salah satu fokus SPMF adalah mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani, termasuk sistem e-submission untuk registrasi pestisida, benih, dan pupuk secara daring.

Sistem ini membuat proses lebih transparan, cepat, dan berbasis sains, sehingga inovasi pertanian bisa lebih cepat sampai ke tangan petani.

Isu residu pestisida atau maximum residue limit (MRL) menjadi perhatian utama. Perbedaan standar antarlembaga sering menjadi kendala bagi ekspor produk pertanian Indonesia.

Melalui SPMF, CropLife mendorong harmonisasi MRL lintas kementerian dan lembaga, sehingga produk pertanian Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Selain itu, ancaman pestisida palsu masih membayangi petani. Edukasi bagi aparat penegak hukum, penyuluh, dan petani terus dilakukan untuk memastikan keselamatan, kualitas hasil panen, dan lingkungan tetap terjaga.

SPMF juga mendorong penggunaan drone pertanian. Teknologi ini meningkatkan efisiensi aplikasi pestisida, menghemat air, dan mengurangi paparan langsung bagi petani.

Saat ini, regulasi drone pertanian di Indonesia tengah disusun dan sudah mencapai sekitar 80% penyelesaian. Diharapkan regulasi ini segera rampung agar petani dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan legal.

Perubahan Iklim

Curah hujan ekstrem, banjir, dan peningkatan suhu telah mengubah pola serangan hama dan penyakit tanaman.

SPMF hadir sebagai kerangka kerja yang relevan untuk membantu petani adaptasi terhadap perubahan iklim, memastikan produksi tetap stabil, dan lingkungan tetap terjaga.

Menurut Eryanto, Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, keberhasilan pertanian berkelanjutan mensyaratkan kolaborasi antara pemerintah, industri, penyuluh, peneliti, dan petani.

SPMF selaras dengan visi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, efisiensi produksi, dan pertanian ramah lingkungan.

Program ini memberikan akses teknologi terbaik kepada petani, disertai pendampingan agar teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Dengan dukungan pendanaan jangka menengah dan rencana kerja yang matang, SPMF diharapkan menjadi fondasi pengelolaan pestisida berkelanjutan di Indonesia, bukan sekadar program jangka pendek.

Dengan hadirnya SPMF, petani Indonesia tidak hanya mendapatkan solusi teknologi dan regulasi, tetapi juga peluang meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara berkelanjutan.

Revolusi pertanian ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional, pertanian yang aman, dan lingkungan yang lebih sehat.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018