Kamis, 14 November 2019


Begini Cara Buat Urin Kelinci, Cairan Ajaib untuk Tanaman

26 Peb 2019, 16:26 WIBEditor : Gesha

Urin dari kelinci bisa digunakan untuk pertumbuhan tanaman | Sumber Foto:MITALOM

Jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, urin kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang tidak pernah minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Selain mempunyai wajah yang imut dan menggemaskan, ternyata kelinci punya kelebihan lain untuk kegiatan pertanian yakni sebagai pupuk dan pestisida hayati dari urinnya karena tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya.

Hasil penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak) pada tahun 2005 menjelaskan bahwa urine kelinci memiliki kandungan unsur N, P, K yang paling tinggi (2.72%, 1.1%, dan 0.5%) dibandingkan dengan urine kuda, kerbau, sapi, domba, babi dan ayam.

Jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, urin kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang tidak pernah minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja.

Selain itu, kotoran kelinci mengandung unsur antiseptik yang mampu melawan bakteri pembusuk pada tanaman. Berbagai kelebihan ini pula yang membuat pupuk dari kotoran kelinci dihargai tinggi di pasaran.

Dari 10 ekor kelinci bisa diperoleh 2 liter urine per hari. Urine kelinci terbaik berasal dari air kencing kelinci berumur 6-8 bulan karena urinenya sudah terbukti mengandung paling banyak unsur N, P, dan K.

Mengumpulkan urine dan kotoran kelinci tidaklah sulit, cukup dengan meletakkan wadah di bawah kandang, tetes demi tetes air kencing kelinci dikumpulkan.

Urine kelinci dapat diaplikasikan ke tanaman secara langsung ataupun melalui proses fermentasi selama kurang lebih 2 minggu dengan dikombinasikan kotorannya.

POC Kelinci

Cara pembuatannya pun cukup mudah dan sederhana. Berikut beberapa langkah membuat pupuk dari urine dan kotoran kelinci.

Bahan :

  • 1 liter urine kelinci,
  • 10 cc atau 1 sendok makan EM4,
  • 10 cc molases/tetes tebu. Bisa diganti dengan seperempat batang gula merah yang dicairkan.

Cara Membuat :

  • Taruh urine kelinci didalam jerigen kapasitas 5 liter, campurkan dengan EM4 dan molases/tetes tebu/gula merah,
  • Kocok jerigen selama 2–3 menit sehingga campuran homogen,
  • Diamkan di ruang teduh selama 7–8 hari hingga selesai fermentasi. Sesekali buka jerigen untuk membuang gas yang ada. Fermentasi berhasil apabila setelah 7–8 hari, saat tutup jerigen dibuka, tidak berbau lagi.
  • Pemakaian 1 liter air dicampurkan dengan 10 cc larutan urine kelinci.

Penggunaan :

  • Pengaplikasian urine kelinci dapat diberikan dengan perbandingan 10 liter air dengan 0,5 liter urine kelinci kemudian diaduk atau dikocok lalu disemprotkan pada tanaman. Untuk hasil lebih maksimal dilakukan pemupukan dengan cara dikocor setiap 2 minggu sekali.
  • Pemakaian umumnya dilakukan dengan penyemprotan pada bagian tanaman terutama daun. Daun yang disemprot sebaiknya bagian bawah karena terdapat stomata yang akan menyerap langsung pupuk cair urine kelinci. Pastikan pula penyemprotan tidak berlangsung saat hujan.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018