Kamis, 27 Juni 2019


Hasil Survei Dampak HP Android bagi Petani Kecil

11 Jun 2019, 09:10 WIBEditor : Ahmad Soim

Perlu kerja keras dan biaya yang besar untuk mengajak petani berlahan sempit mengkases informasi pertanian di internet | Sumber Foto:dok Sinar Tani

Prof Dwi Andreas Santoso mengatakan selain teknologi, perlu reorientasi ekonomi politik untuk membangun pertanian berbasis petani kecil, yakni dengan melibatkan BUMN, korporasi dan entrepreneur untuk membesarkan dan mensejahterakan pertanian rakyat.

TABLOIDSINARTANI.COM - Masih sedikit petani yang memiliki Hand Phone (HP) Android dan yang digunakan untuk mendapatkan informasi pertanian. Sebagian besar yang memanfaatkan HP Android adalan individu, organisasi, koperasi atau pedagang untuk memasarkan produk petani. Penyuluh Pertanian bisa membantu dan memberdayakan mereka.

 

Hasil survey tentang dampak pertanian pada era Industri 4.0 terhadap petani kecil di 14 Kabupaten di Indonesia tahun 2019 yang diolah Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB3TI), jelas Prof Andreas Santosa petani yang memiliki HP berbasis Android = 22,35 persen , petani yang menggunakan HP untuk mendapatkan informasi Pertanian = 14, 38 persen.

 

Dalam Diskusi Peduli Nasib Petani pada Era Industri 4.0 yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, akhir Mei, Prof Andreas Santoso menjelaskan dampak perkembangan teknologi informasi tersebut bagi petani berdasarkan hasil survey tersebut lebih banyak prosentasi yang negatif dari pada prosentasi yang positifnya. Angka prosentasinya: berdampak positif bagi kesejahteraan petani kecil = 30,77 persen dan berdampak negatif karena semakin banyaknya individu/pelaku usaha yang mengeksploatasi petani untuk mendapatkan keuntungan dari mereka = 69,23 persen.

 

Sedangkan katagori petani yang telah memanfaatkan teknologi informasi ini sangat beragam. Petani dengan lahan sempit (0.5 ha, sebanyak 4,76 persen menggunakan teknologi informasi, petani yang bergerak di pengolahan hasil pertanian 14.29 persen, Individu/Organisasi/koperasi yang membantu petani untuk memasarkan produk mereka 28.57 persen, Pedagang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka sendiri 42.86 persen, lainnya 9.52 persen.

 

 Prof Dwi Andreas Santoso mengatakan selain teknologi, perlu reorientasi ekonomi politik untuk membangun pertanian berbasis petani kecil, yakni dengan melibatkan BUMN, korporasi dan entrepreneur untuk membesarkan dan mensejahterakan pertanian rakyat dan pertanian keluarga.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018