Monday, 06 December 2021


Pasar Kambing dan Domba di Luar Negeri Terbuka Lebar

15 Nov 2021, 15:43 WIBEditor : Yulianto

Domba Komposit Agrinak ini memiliki kemampuan untuk dikembangkan secara komersial | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pasar kambing dan domba di luar negeri ternyata terbuka lebar, khususnya dari negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei. Dengan permintaan mencapai 5 ribu ekor/bulan, peternak dalam negeri belum bisa memenuhi. 

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Fadjri Djufry mengatakan, permintaan kambing domba secara umum dapat dibedakan untuk pemenuhan kebutuhan nasional dan juga ekspor. Dalam lingkup nasional, segmentasi pasar terbesar kambing-domba masih didominasi pasar aqiqah dan qurban yang mencapai lebih dari 5 juta ekor/tahun. Sedangkan sisanya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara umum.

Di sisi lain, permintaan kambing-domba dari luar negeri juga meningkat terutama negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia maupun dari Brunei. Saat ini, permintaan ternak kambing domba ke negara tetangga sebesar 5.000 ekor per bulan. Namun permintaan itu belum dapat dipenuhi secara kontinu.

Data Ditjen Peternak dan dan Kesehatan Hewan (2020), nilai ekspor ternak kambing pada tahun 2019 sebesar 118.940 dollar AS. Sedangkan nilai ekspor hasil ternak kambing-domba baru 6.560 dollar AS. Nilai tersebut masih cukup kecil dan sangat potesial untuk ditingkatkan melihat banyaknya permintaan dari pasar luar negeri.

Dikatakan, diseminasi bibit unggul hasil penelitian dan disertai pendampingan kepada peternak menjadi salah satu solusi dapat meningkatkan produksi kambing-domba, sehingga dapat memenuhi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor keluar negeri.

“Saya berharap dapat bersinergi dengan mitra sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan peternakan dan mengangkat pendapatan dan kesejahteraan petani dan peternak,” katanya Apresiasi Peternak Sukses dan FGD Pengembangan Usaha Kambing Domba Mendukung Ekspor di Bogor, Senin (15/11)

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Litbang Pertanian Kementan. Dr. drh. Agus Susanto mengatakan, kambing dan domba merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang untuk diekspor. Guna mensukseskan program strategis tersebut, diperlukan penguatan aspek hulu dan hilir serta penguatan sistem perdagangan.

Populasi ternak domba naik sebesar 7,50 persen per tahun dari 7.4 juta ekor menjadi 17,769 juta ekor pada tahun 2020. Sedangkan ternak kambing naik 2,79 persen per tahun dari 12,4 juta ekor menjadi 19,096 juta ekor pada tahun 2020.

Agus mengakui, pengembangan pembibitan masih perlu perbaikan manajemen. Diantaranya, pemuliabiakan ternak yang terarah dan berkesinambungan untuk memproduksi bibit sesuai standar. "Diperlukan dukungan pemerintah secara all out dengan komitmen jangka panjang melalui pendampingan, sehingga dapat langsung diimplementasikan oleh masyarakat," katanya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018