Monday, 06 December 2021


Telur Tetas Broiler Indonesia Menetas di Myanmar

22 Nov 2021, 11:25 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan ekspor tetas ke Myanmar | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Produk ternak Indonesia tak kalah dengan luar negeri. Salah satunya produk telur tetas yang telah menembus pasar Myanmar. Bahkan selama periode Januari-Oktober 2021, ekspor produk ternak Indonesia nilanya mencapai Rp. 14.302 triliun.

Terlihat daat Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor telur tetas atau hatching egg (HE) Parent Stock Ayam Broiler PT. CJ PIA sebanyak  58.500 butir senilai  Rp 3 miliar.  "Kami mengapresiasi kepada pelaku usaha yang terus semangat untuk memproduksi produk unggas, bahkan bisa untuk memenuhi pasar ekspor," tutur SYL saat pelepasan Ekspor Hatching Egg (telur tetas) Parents Stock Ayam Broiler dari PT. CJ PIA ke Myanmar pada Jumat (19/11).

Ia menjelaskan, upaya ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA, menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global."Ekspor ini bukti nyata semangat  peternak untuk berbuat sesuatu pada bangsa ini tanpa melihat besar kecilnya nilai transaksi" ungkapnya.

SYL menjelaskan, ekspor dan investasi sesuai arahan Presiden RI merupakan kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia sehingga dapat menekan ketimpangan,  kesenjangan dan kemiskinan. Selain itu, ekspor telur tetas juga menunjukan keberhasilan Indonesia dalam  penerapan kompartemen bebas flu burung yang telah dipublikasi pada website Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

Selama ini menurut SYL, ekspor hanya dapat dilakukan perusahaan skala besar. Padahal peluang ekspor juga masih terbuka luas bagi pelaku usaha Menengah, bahkan usaha kecil dan mikro di bidang  peternakan dan kesehatan hewan, bahkan peternak juga bisa mngekspor asal dipersiapkan secara serius. Untuk itu, pemerintah wajib hadir mendampingi agar ekspor berjalan lancar.

 

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode Januari – Oktober (angka sementara) dibukukan mencapai 278.563 ton dengan nilai 986.378 dollar AS atau setara Rp. 14.302 triliun. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pada tahun 2021 Volume ekspor meningkat sebesar 4,53 persen dan nilai ekspor meningkat sebesar 33,74 persen.

Berbagai komoditas peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan,  produk susu olahan,  ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva. Total negara tujuan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini telah ke 97 negara. "Melalui  program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor),, kami targetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300 persen menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan," ujar SYL.

Untuk memanfaatkan peluang ekspor,  menyebutkan perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir. Penerapan standar internasional diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk  Indonesia. Selain itu, mampu  mencari negara tujuan baru, dan mengidentifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh negara lain. Hal terpenting,  prinsip yang harus dipenuhi dalam mengisi peluang ekspor adalah  adanya jaminan kualitas, kuantitas dan keberlanjutan. 

Sementara itu, Manager Operasional PT. CJ PIA, Nana Hadiatna mengatakan, pihaknya berupaya keras dalam menjawab tantangan pemerintah yang mendorong  pelaku usaha untuk dapat mengekspor produknya ke luar negeri, terlebih pada masa pandemi covid-19  disaat kondisi  daya beli masyarakat yang  dinilai masih lemah.

“Hal ini menjadi pembuktian keseriusan kami dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk sehingga dapat di ekspor ke negara lain, tentunya ini dapat tercapai atas kerja sama yang dilakukan oleh seluruh mitra kerja terutama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah berharap, ekspor yang dilakukan PT CJ PIA ini bisa terus meningkat, dan memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018