
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatra Selatan mulai menyiapkan pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Sumatra Selatan
TABLOIDSINARTANI.COM, Ogan Ilir --- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatra Selatan mulai menyiapkan pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Sumatra Selatan.
Tahapan awal persiapan ini ditandai dengan pelaksanaan survei lokasi di Kabupaten Ogan Ilir pada Senin, 29 Desember.
Program tersebut merupakan inisiatif pemerintah yang dijalankan Kementan bersama BUMN dan mitra strategis.
Pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi ini bertujuan memperkuat ekosistem industri perunggasan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir, meliputi penyediaan pakan, kegiatan budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk ayam.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan bahwa pembangunan pabrik pakan menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut.
Keberadaan pabrik pakan di dekat sentra produksi ternak diharapkan dapat mempermudah akses peternak terhadap pakan berkualitas sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
“Calon lokasi unit usaha pabrik pakan di Sumatra Selatan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peternak, utamanya di Provinsi Sumatra Selatan,” ujar Hary.
Dukungan terhadap rencana pembangunan pabrik pakan ternak juga disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatra Selatan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatra Selatan, Rahmat Mulia Harahap, menilai kehadiran pabrik pakan baru memiliki peran strategis dalam memperkuat industri perunggasan di daerah.
Ia menyebutkan, populasi ayam petelur di Sumatra Selatan saat ini mencapai sekitar 8 juta ekor. Namun, pabrik pakan yang ada belum memproduksi pakan komersial secara optimal.
“Kehadiran pabrik pakan baru akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan pakan di daerah,” katanya.