Wednesday, 21 October 2026


Jelang Iduladha 2026, Kementan Kerahkan 8.633 Petugas Awasi Hewan Kurban

26 May 2026, 10:49 WIBEditor : Herman

Pemeriksaan hewan kurban

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berlangsung aman, sehat, dan kondusif melalui penguatan pengawasan hewan kurban di seluruh Indonesia.

Sebanyak 8.633 petugas pemantau diterjunkan untuk memastikan kesehatan hewan, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap aspek kesejahteraan hewan dan syariat selama proses kurban.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Iduladha merupakan hari raya bagi para peternak. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan kurban berjalan lancar, aman, dan sehat. Pengawasan dilakukan mulai dari kesehatan hewan, proses penyembelihan, aspek kesejahteraan hewan, sanitasi lingkungan hingga jaminan keamanan daging yang dikonsumsi masyarakat,” ujar Agung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (25/5).

Dalam pelaksanaannya, Kementan menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan hewan kurban. Sebanyak 8.633 petugas yang terdiri dari unsur pemerintah, organisasi profesi veteriner, hingga perguruan tinggi akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan, serta pemantauan keamanan pangan asal hewan di berbagai wilayah Indonesia.

Pengawasan terpadu tersebut melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dinas peternakan dan kesehatan hewan daerah, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI), serta civitas akademika fakultas dan sekolah kedokteran hewan di seluruh Indonesia.

Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga memastikan ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan mencukupi.

Berdasarkan hasil identifikasi Kementan, total ketersediaan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 3,24 juta ekor, sementara kebutuhan nasional berada di kisaran 2,35 juta ekor. Artinya, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor atau meningkat sekitar 3,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk komoditas sapi, stok nasional diperkirakan mencapai sekitar 859 ribu ekor, sedangkan kebutuhan berada pada angka 791 ribu ekor. Sementara itu, ketersediaan kambing, domba, dan kerbau juga tercatat berada dalam kondisi surplus.

Pemerintah terus mengatur distribusi ternak dari daerah dengan produksi berlebih ke wilayah yang memiliki permintaan tinggi guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga menjelang hari raya kurban.

Meski ketersediaan ternak dinilai aman, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit hewan menular strategis, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.

Peningkatan lalu lintas ternak menjelang Iduladha dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Karena itu, pengawasan pergerakan ternak, pemeriksaan kesehatan, program vaksinasi, serta penerapan biosekuriti terus diperketat di berbagai daerah.

Agung menegaskan tidak ada ruang bagi peredaran hewan sakit maupun praktik pemotongan yang tidak memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner.

“Tidak ada toleransi bagi peredaran hewan sakit atau pemotongan yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan masyarakat veteriner. Pemeriksaan ante mortem sebelum pemotongan dan post mortem setelah pemotongan harus dilakukan secara optimal karena menjadi kunci perlindungan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan ternak untuk pelaksanaan dam haji di dalam negeri yang tahun ini diperkirakan meningkat signifikan.

Data Kementerian Haji dan Umrah RI per 22 Mei 2026 mencatat sebanyak 32.691 jemaah memilih pelaksanaan dam di Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan akan membutuhkan sekitar 32.691 ekor kambing dan domba yang disembelih selama Iduladha hingga hari tasyrik.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, mengatakan lonjakan jumlah jemaah yang melaksanakan dam di dalam negeri menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor peternakan nasional.

“Pada 2025, pelaksanaan dam haji di dalam negeri diikuti 8.477 jemaah. Tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 32 ribu jemaah. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan sehingga membutuhkan kesiapan yang lebih baik, termasuk dari sisi potensi suplai ternak dalam negeri,” ujarnya.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018