
Kambing Saanen
TABLOIDSINARTANI.COM, Baturraden – Upaya pemerintah memperkuat produksi susu dalam negeri tidak hanya bertumpu pada sapi perah. Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memperluas pengembangan kambing perah, salah satunya melalui kambing Saanen yang dikembangkan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Jawa Tengah.
Kambing Saanen asal Swiss dikenal sebagai salah satu ras kambing perah dengan kemampuan produksi susu yang tinggi. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, kambing ini mampu menghasilkan susu sekitar tiga liter per ekor per hari.
Potensi tersebut membuat Saanen dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber produksi susu nasional sekaligus membuka alternatif usaha bagi peternak.
Secara fisik, kambing Saanen memiliki ciri khas bulu berwarna putih hingga krem muda, tubuh relatif besar dan karakter yang jinak. Namun, keunggulan utamanya terletak pada kemampuan produksi susu dan potensi genetiknya sebagai ternak perah.
Di BBPTU-HPT Baturraden, pengembangan kambing Saanen dilakukan secara terarah, mulai dari pemeliharaan, pengendalian kesehatan hingga penjagaan kualitas genetik dan proses pembibitan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Saanen Indonesia.
Saat ini, populasi kambing Saanen yang dipelihara di BBPTU-HPT Baturraden mencapai 582 ekor. Dari populasi tersebut, terdapat potensi sekitar 250 ekor bibit yang dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketersediaan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan pengembangan kambing Saanen merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas ketersediaan sumber bibit ternak perah berkualitas.
Menurutnya, keberadaan bibit unggul menjadi salah satu kunci agar usaha kambing perah dapat berkembang secara berkelanjutan di tingkat peternak.
"Pengembangan kambing Saanen ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian menyediakan bibit ternak perah yang berkualitas bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bibit yang dihasilkan tidak hanya memiliki mutu genetik yang baik, tetapi juga sehat, produktif, dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi usaha peternak di daerah," ujar Hary usai mengikuti peresmian Pasar Hewan Jonggol di Kabupaten Bogor.
Hary menegaskan, program pembibitan tidak semata-mata berorientasi pada penyediaan ternak di balai pemerintah. Lebih jauh, bibit tersebut harus mampu berkembang menjadi populasi produktif di tingkat peternak.
Dengan begitu, pengembangan Saanen tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi susu, tetapi juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

"Kami berharap bibit yang disalurkan dapat berkembang di tingkat peternak dan menjadi sumber populasi baru yang produktif. Semakin banyak peternak yang memiliki akses terhadap bibit berkualitas, semakin besar pula peluang kita meningkatkan produksi susu sekaligus membangun usaha peternakan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.
Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan pihaknya terus menjaga kualitas bibit Saanen yang dihasilkan agar memiliki produktivitas dan kesehatan yang baik.
Menurut Dani, keberadaan bibit Saanen berkualitas dari pemerintah diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai mengembangkan usaha kambing perah.
"Kami terus menjaga kualitas bibit agar ternak yang dihasilkan sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha kambing perah dengan bibit unggul," ujar Dani, Jumat (7/8/2026).
Masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha kambing perah dan ingin memperoleh bibit Saanen dari BBPTU-HPT Baturraden dapat mengajukan permohonan kepada Kepala BBPTU-HPT Baturraden.
Pengajuan dapat dilakukan melalui surat elektronik atau faksimile, maupun datang langsung ke balai. Pemohon juga perlu menyertakan rekomendasi atau surat mengetahui dari dinas yang membidangi peternakan di tingkat kabupaten/kota.
Setelah permohonan diproses dan ketersediaan bibit dipastikan, pihak balai akan menghubungi pemohon untuk melanjutkan proses berikutnya.
Pembeli kemudian melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dan pembayaran melalui sistem e-billing sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
Setelah pembayaran terverifikasi, bibit yang telah memenuhi persyaratan dan standar akan dipersiapkan untuk diserahterimakan bersama dokumen pendukung.
Meski jumlah bibit yang dapat disalurkan masih terbatas, keberadaan 582 ekor kambing Saanen di BBPTU-HPT Baturraden menjadi salah satu aset penting dalam pengembangan ternak perah nasional.
Pengembangan Saanen juga dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperluas basis produksi susu. Peningkatan populasi dan produktivitas ternak perah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun kemandirian susu nasional.
Dari Baturraden, pengembangan Saanen diharapkan tidak berhenti di lingkungan balai. Bibit-bibit unggul tersebut diharapkan menyebar ke berbagai daerah, berkembang menjadi populasi produktif, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak.
Dengan dukungan bibit berkualitas, manajemen pemeliharaan yang tepat, serta akses pasar yang semakin baik, kambing Saanen berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber susu nasional dan memperkuat fondasi peternakan perah berbasis masyarakat.