Wednesday, 21 October 2026


Kambing Kaligesing Unggulan Adu Gengsi di Piala Raja 2026

14 Sep 2026, 14:05 WIB

Kambing kaligesing

TABLOIDSINARTANI.COM, Kulon Progo --- Ratusan kambing ras Kaligesing terbaik dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kualitas dalam Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (13/9).

Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah, mulai dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa, ambil bagian dalam ajang yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY tersebut.

Tak sekadar memperebutkan gelar juara, kontes ini menjadi panggung bagi peternak untuk menunjukkan hasil pembibitan terbaik sekaligus menjadi ruang bertemunya para pelaku peternakan dari berbagai daerah.

Di balik persaingan menampilkan kambing terbaik, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni mendorong peningkatan mutu genetik, kualitas pembibitan, produktivitas, serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hary Suhada, mengatakan kontes ternak memiliki arti strategis dalam pengembangan peternakan nasional.

Menurutnya, peningkatan populasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas genetik dan produktivitas ternak. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan peternak.

“Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan,” tutur Hary.

Ia menjelaskan, pengembangan kambing Kaligesing perlu dilakukan secara terarah, terutama melalui penguatan pembibitan dan seleksi ternak. Kambing Kaligesing sendiri telah ditetapkan sebagai rumpun melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010.

Karena itu, pengembangan ternak unggul tidak cukup hanya mengandalkan penampilan fisik. Proses pembibitan perlu didukung data dan pencatatan yang baik, mulai dari silsilah, performa ternak, penggunaan pejantan unggul hingga pemanfaatan teknologi reproduksi.

“Pengembangan berbasis data menjadi bagian penting untuk menghasilkan ternak berkualitas,” ujarnya.

Hary menilai kontes ternak dapat menjadi salah satu sarana untuk mempercepat pertukaran pengetahuan antarpelaku peternakan. Peternak dari berbagai daerah dapat melihat secara langsung kualitas ternak, teknik pemeliharaan hingga pola pembibitan yang diterapkan peternak lain.

Menurutnya, keberadaan juara dalam kontes juga diharapkan tidak berhenti pada piala dan penghargaan. Ternak-ternak terbaik tersebut dapat menjadi sumber bibit sekaligus rujukan bagi peternak lain untuk meningkatkan kualitas ternaknya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan kontes tersebut bukan semata-mata mencari kambing terbaik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan yang semakin berkualitas.

“Kontes ini tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, melainkan pendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak,” kata Aris.

Ia menegaskan, peternak memiliki posisi penting dalam pengembangan peternakan karena menjadi garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas ternak.

Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah, peternak, organisasi profesi, pelaku usaha dan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat sektor peternakan.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, juga melihat kontes tersebut sebagai momentum penting untuk mempertemukan peternak dari berbagai daerah.

“Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik,” katanya.

Potensi ekonomi kambing Kaligesing unggulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Ternak dengan kualitas genetik dan performa terbaik memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usaha pembibitan kambing tidak hanya berorientasi pada produksi ternak, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan bagi peternak rakyat.

Ramainya kontes juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring, komunikasi dan kolaborasi antarpeternak.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, yang hadir mewakili Gubernur DIY sekaligus membuka kontes secara simbolis, mengatakan keberhasilan sebuah kontes tidak hanya dilihat dari siapa yang meraih juara.

“Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya,” kata Noviar.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018