Kamis, 15 November 2018


Pengembangan Sapi Belgian Blue Fokus di 11 UPT

06 Nov 2018, 06:17 WIBEditor : Yulianto

Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan (kiri) bersama Dubes RI untuk Belgia, Yuri Thamrin (dua dari kanan) | Sumber Foto:Yulianto

Pengembangan sapi Belgian Blue dengan cara Transfer Embiro dan Inseminasi Buatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pengembangan sapi Belgian Blue menjadi satu dari sekian harapan untuk bisa mendongkrak produksi daging di dalam negeri. Sapi yang mempunyai karkas 20% lebih tinggi dari umumnya, kini pengembangan sudah disebar ke 11 unit Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Embrio Ternak (BET), Oloan Parlindungan mengatakan, pengembangan sapi BB di 11 UPT tersebut merupakan bagian dari roadmap pengembangan sapi BB di Indonesia. Bahkan Menteri Pertanian sudah menerbitkan Kepmentan No. 73 Tahun 2018 tentang Kelompok Kerja Pengembangan Sapi Belgian Blue di Indonesia.

Ke 11 UPT tersebut yakni:

1. Balai Besar Perbibitan Ternak Unggul Hijaun Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden

2. Balai Besar Pelatihan Kesehaan Hewan (BBPKH) Cinagara

3. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu

4. Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang

5. Balai Perbibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak  Sembawa

6. Balai Perbibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas

7. STPP Bogor (kini Polbangtan Bogor)

8. STPP Magelang (kini Polbangtan Yogyakarta-Magelang)

9. STPP Malang (kini Polbangtan Malang)

10. Balai Penelitian Peternakan (Balitnak) Ciawi

11. Loka Penelitian (Lolit) Sapi Potong Grati.

Menurut Oloan, pengembangan sapi BB di Indonesia melalui dua cara. Yakni, teknologi IB (inseminasi buatan) dan TE (transfer embrio).  Teknologi TE dilakukan dengan menggunakan embrio yang berasal dari Belgia.  Untuk itu dilakukan impor embrio pada tahun 2017 dan 2018 masing-masing sebanyak 900 embrio.  Pelaksanaan TE dilakukan untuk menghasilkan sapi BB murni (100%).

“Nantinya keturunan hasil TE akan digunakan di BBIB nasional sebagai penghasil semen beku dan pada UPT perbibitan lingkup Kementan,” kata Oloan di sela-sela kunjungan Duta Besar Indonesia di Belgia Yuri O Thamrin dan Perwakilan Kedubes Belgia di Indonesia, Cristophe Van Overstaeten menengok perkembangan sapi Belgian Blue (BB) di Balai Embrio ternak (BET), Cipelang, Bogor. Senin (5/11.

Sedangkan teknologi IB dilakukan dengan menggunakan semen beku sapi BB yang diimpor dari Belgia pada tahun 2018 sebanyak 1000 straw. Diharapkan akan dihasilkan keturunan sapi BB dengan komposisi darah 50%.  Keturunan ini akan di-IB dengan semen beku BB dan akan dihasilkan keturunan sapi BB dengan komposisi darah BB 75%,” katanya

Sampai 4 November 2018, total kelahiran sebanyak 91 ekor, 47 ekor hasil TE dan hasil IB sebanyak 44 ekor. Sedangkan sapi yang bunting dari IB sebanyak 126 ekor dan TE sebanyak 150 ekor.

Sapi hasil TE pertama dan hasil persilangan pertama yang lahir di BET Cipelang (bernama Gatot Kaca) kini telah didistribusikan ke BBIB Singosari untuk diproduksi semen bekunya.  Selain dari BET Cipelang, kelahiran BB saat ini juga ada di beberapa UPT pelaksana lainnya. Diantaranya, Balitnak, BBPTUHPT Baturraden, BPTUHPT Sembawa, BPTUHPT Padang Mangatas, BBPKH Cinagara. 

Setelah mendapatkan rekomendasi dari komisi bibit dan pakar pendamping, semen beku ini akan diedarkan ke seluruh masyarakat peternak Indonesia,” katanya. **

 

 

Reporter : Yul
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018