Kamis, 21 Maret 2019


Peternak Ayam Broiler Boyolali Gunakan LPG Non Subsidi untuk Penghangat

17 Peb 2019, 08:09 WIBEditor : Ahmad Soim

Peternak Ayam Broiler telah beralih menggunakan LPG Non Subsidi. | Sumber Foto:Yuwono

"Kalau sekaramg karena dibantu PT Pertamina dengan pemasangam instalasi penghangat, maka kami beralih menggunakan LPG non-subsidi" tandasnya.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali - Sebanyak 60 Peternak Ayam Broiler yang bernaung dalam 4 Paguyuban Peternak Ayam ( PPA ) di Kabupaten Boyolali mendeklarasikan kerja sama Pemasangan Instalasi LPG Non Subsidi untuk penghangat  Peternakan Ayam Broiler mereka ( 14/2).



Kini Peternak Ayam Broiler telah beralih menggunakan LPG Non Subsidi.  Empat Paguyuban Peternak Ayam menerima bantuan CSR Pertamina berupa Instalasi LPG Non Subsidi yang digunakan sebagai sumber energi untuk alat penghangat tubuh ayam broiler dan berhasil memberikan penghematan bagi kuota LPG Subsidi sekitar 96.000 tabung selama setahun bagi Kabupaten Boyolali.



Upaya penyaluran LPG subsidi 3 kg terus dibenahi, salah satunya dengan mendorong peternak ayam yang selama ini menggunakan LPG subsidi beralih ke non-subsidi. Di Boyolali saja dalam setahun, penggunaan LPG subsidi oleh peternak ayam yang digunakan sebagai energi penghangat ternak ayam mencapai 96 ribu tabung per tahun.

Manager Comm dan CSR MOR IV PT Pertamina, Andar Titi Lestari, di sela deklarasi kerjasama pemasangan instalasi dengan 60 peternak ayam broiler di Boyolali di Pendopo Alit Boyolali, Kamis (14/2) mengatakan:  "Harapannya penyaluran distribusi LPG subsidi lebih tepat sasaran, karena peruntukannya sebenarnya untuk rakyat miskin."


Sementara itu, mendorong hal tersebut, pihaknya memberikan insentif berupa instalasi pemasangan penghangat kepada 60 peternak ayam di Boyolali agar mereka beralih menggunakan LPG non-subsidi. Secara aspek hukum, konsumsi LPG subsidi di kalangan peternak ayam ataupun kalangan usaha menengah ke bawah memang tak secra tegas dinyatakan sebagai pelanggaran hukum.

Namun hal tersebut perlu diluruskan dengan penigkatan kesadaran pengguna, sebab sejatinya LPG subsidi diperuntukkan untuk konsumsi rumah tangga warga miskin.  "Sosialisasi terus kita lakukan agar kesadaran peternak meningkat dalam konsumsi LPG bersubsidi. Program si Boyolali ini menjadi pilot project yang nanti akan diterapkan di wilayah lain agr distribusi gas 3 kg sesuai peruntukannya."



Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Juwaris menambahkan, dari sekitar 600an kandang peternakan ayam di Boyolali, untuk mekanisme penghangat ayam, sebagian sudah besar masih menggunakan gas LPG subsidi. Sehingga hal tersebut perlu diluruskan kembali sesuai aturan pemerintah bahwa LPG subsidi tak diperuntukkan untuk kalangan pengusaha.
"Dari dinas juga akan memberikan perhatian lebih, misal sari aspek kesehatan hewan dan sebagainya,"

Ketua Paguyuban Ternak Desa Manyaran, Karanggede, Sukron mengatakan, saat ini sistem penghangatan ternak sudah beralih. Jika dulu menggunakan kamput atau remah gergaji kayu, saat ini beralih menggunakan gas LPG. Sementara untuk penggunaan gas 3 kg untuk penghangat ayam untuk satu kandang ayam berkapasitas 3 ribu ekor dalam satu kali masa panen atau selama 35 hari mencapai 18 hingga 20 tabung.


"Kalau sekaramg karena dibantu PT Pertamina dengan pemasangam instalasi penghangat, maka kami beralih menggunakan LPG non-subsidi" tandasnya.

Reporter : Yuwono
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018