Sunday, 11 April 2021


Jakarta Perkenalkan Pertanian Kota di UAWS Jepang

09 Dec 2019, 12:44 WIBEditor : Yulianto

Simposium UAWS di Jepang | Sumber Foto:Dok. Humas DKI

emerintah DKI Jakarta mengajak pemuda-pemuda di Jakarta dan ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan pertanian perkotaan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tokyo---Pemerintah Indonesia melalui Pemerintah DKI Jakarta memperkenalkan konsep pertanian kota di ajang Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Jepang. Kegiatan UAWS berlangsung selama 6 hari (28 November-3 Desember 2019).

Dalam sesi simposium yang berlangsung pada 1 Desember 2019 di Pusat Budaya Nerima City, masing-masing peserta (Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan dan Jepang) memaparkan konsep pertanian perkotaan yang ada diterapkan di negaranya masing-masing.

Pembicara dari Indonesia (Jakarta) disampaikan Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Taufik Yulianto, dengan menampilkan tujuh sasaran utama lokasi pengembangan pertanian perkotaan yang diterapkan di kota Jakarta. “Tujuh sasaran utama adalah rumah susun, lahan tidur, pekarangan (gang hijau), sekolah, pekantoran, RPTA dan lahan laut,” ungkapnya.

 

Pada saat sesi tanya jawab, moderator menanyakan upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dalam pengembangan pertanian perkotaan sehingga lahir petani-petani baru, Taufik menjawab Pemerintah DKI Jakarta mengajak pemuda-pemuda di Jakarta dan ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan pertanian perkotaan. “Untuk pemuda kita bekerjasama dengan Karang Taruna, sedangkan ibu-ibu dengan Ibu-ibu PKK,” jelasnya.

Lain negara, lain juga konsep pertanian perkotaannya. Sebagai tuan rumah, Kota Nerima, Tokyo, Jepang, untuk kegiatan pertanian, dilakukan di lokasi dan lahan pertanian yang sudah turun-temurun untuk budidaya pertanian. Jadi seiring perkembangan pembangunan kota, pertaniannya tetap jalan dengan sentuhan inovasi teknologi.

Lokasi kegiatan pertaniannya dekat dengan saran pemasarannya (loker penjualan), sehingga tidak memerlukan transportasi untuk menjual hasil panennya. Konsumen dapat langsung membelinya di loker-loker penjualan tersebut.

Selain itu, Kota Nerima juga melakukan edukasi mengenai pertanian perkotaan kepada warga masyarakatnya dari semua kalangan, sehingga warganya sangat menghargai hasil panen serta mempertahankan lokasi pertaniannya. “Mereka juga rutin melakukan kompetisi mencabut Daikon atau lobak agar pendidikan mengenai pertanian di kotanya dapat tumbuh kembang,” jelas Taufik.

Peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemerintah DKI Jakarta, tergolong aktif dalam mengembangkan pertanian perkotaan. Ini serupa dengan Pemerintah Kota Seoul (Korea Selatan) yang turut andil dalam mensukseskan program pertanian perkotaan di negaranya. “Jadi untuk Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Seoul, proaktif dalam pengembangan pertanian perkotaan di daerahnya masing-masing,” pungkas Taufik.

Reporter : Cla/Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018