
Irjen Kementan, Bambang saat mengujungi lokasi pengembangan kedelai di Yogyakarta
TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta—Kedelai menjadi satu dari tiga komoditas pangan yang menjadi fokus perhatian pemerintah, selain padi dan jagung. Dalam menjamin ketersediaan pangan yang cukup agar sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk, Kementerian Pertanian mengembangkan kawasan kedelai.
Untuk pengawalan program pengembangan kawasan kedelai, Itjen Kementerian melakukan mitigasi risiko. Hal ini sebagai upaya tercapainya tujuan dan sasaran program serta meminimalisir adanya penyimpangan ataupun kerugian yang dapat ditimbulkan pada pengembangan kawasan kedelai.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, untuk menuju swasembada kedelai sangat mungkin dicapai bila seluruh pihak mulai dari pimpinan tertinggi sampai pelaksanaan di daerah berkomitmen untuk saling mendukung tercapainya peningkatan produksi kedelai.

Dalam program pengembangan kawasan kedelai, Bambang menegaskan, pemerintah menyediakan bantuan benih kedelai. Untuk tahun 2021, pemerintah menargetkan produksi kedelai sebesar 700.000 ton atau 22,36 persen dari total kebutuhan dalam negeri.
“Perlu merancang skenario pengembangan kedelai yang terfokus pada pengembangan teknologi dan produksi benih kedelai, sehingga mendapatkan varietas dengan produktivitas tinggi dan cukup adaptif dengan kondisi iklim Indonesia,” ungkap Bambang saat Workshop Pengembangan Kawasan Kedelai di Yogyakarta, Jumat (8/4).
Bambang juga mengungkapkan pentingnya pengembangan teknologi penyimpaan benih kedelai untuk meningkatkan daya tahan atau waktu simpan benih lebih lama.
Sementara itu, Inspektur II Itjen Kementan, Tin Latifah menambahkan, pencapaian target swasembada kedelai harus dilaksanakan dengan tatakelola yang baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta menghasilkan outcome yang diharapkan.
“Selaku intansi Pembina, kami mempunyai tugas memberikan assurance bahwa kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai target dengan memperhatikan regulasi yang ada,” ujar Tin.
--
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/