Kamis, 20 Juni 2024


Bersama Sahrul Gunawan, SYL Panen dan Serahkan Bantuan Alsintan

26 Jul 2021, 12:11 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL bersama wakil bupati Bandung, Sahrul Gunawan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Akhir pekan lalu benar-benar dimanfaatkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin limpo untuk menengok kondisi panen padi di wilayah Jawa Barat. Setelah Sabtu (24/7) ke Bekasi, Minggu (25/7) mantan Gubernur Jawa Timur ini meluncur ke Bandung.

Bersama Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan, SYL panen dengan alat panen combine harvester. SYL juga menyerahkan bantuan ke kelompok tang yang berada dalam Gapoktan Sumber Mukti, Desa Sumbersari yakni Kelompoktani Mekarsari III Desa Ciherang, Kelompok Tani Gemah Ripah I dan Kelompok Tani Mina Mukti Desa Kopo. Bantuan itu berupa sarana pasca panen padi vertical dryer dan combine harvester besar.

"Saya juga memberikan bantuan mekanisasi dan tentu saja bantuan ini tidak cukup, tetapi pemerintah mempersiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk semua bisa mendapat fasilitas mempersiapkan kebutuhan dalam penanaman maupun dalam pasca panen," ujarnya.

Panen padi di Kabupaten Bandung ini membuktikan pada masa pandemi covid 19 ini tengah berlangsung, kegiatan pertanian tiada hari tanpa tanam dan panen padi. "Alhamdulliah di seluruh Indonesia tidak ada hari tanpa panen, tidak ada hari tanpa menanam. Jadi panen dan menanam kita bisa lihat setiap saat disemua daerah saat ini,” katanya usai panen padi di Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

SYL berharap, lahan yang ada ini tidak boleh menganggur terlalu lama lebih dari satu bulan, langsung ditanam dan manfaatkan air yang masih ada. SYL juga ingin memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Data yang dikeluarkan BPS dan juga diolah Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras pada bulan Juni mencapai 2,59 juta ton ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton pada posisi akhir Juni 2021 dan prognosa stok akhir Desember 2021 sebesar 9,6 juta ton.

"Hari ini kita tidak hanya panen tapi sekaligus mengolah disamping tempat panen dan inilah yang diperlihatkan Kabupaten Bandung. Selesai mengolah tidak ada yang menganggur langsung mempersiapkan sekitarnya untuk segera tanam lagi," jelasnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengungapkan saat ini beberapa wilayah terutama sentra padi di Indonesia tengah memasuki waktu panen seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan juga pulau Sulawesi.

"Pertanian adalah sektor yang mampu menunjukkan peningkatan kinerjanya di tengah kondisi Pandemi wabah Covid 19. Memasuki musim panen raya stok beras kita makin meningkat menambah stok yang sebelumnya," katanya.

Selanjutnya, Suwandi mengatakan potensi panen se Kabupaten Bandung Juli ini diprediksi seluas 9.354 ha dengan estimasi produksi 57.195 ton gabah kering giling (GKG) sedangkan pada Agustus nanti diprediksi panen hingga 11.037 ha dengan estimasi produksi 78.061 ton GKG. Harga rata rata Rp 4.700/kg gabah kering panen (GKP) dan Rp 5.800/kg GKG.

"Hari ini disini, hamparan seluas 152 hektar siap dipanen dengan varietas inpari 30 dengan produktivitas sekitar 6,8 ton GKP/ hektar dan harga GKP Rp 4.700/kg. Pada musim panen kita tetap jaga stabilisasi harga dan kita berharap upaya ini sekaligus menambah kesejahteraan petani," ungkap Suwandi.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018