Sunday, 24 October 2021


Kepada Milenial, Mentan SYL: Jangan Lagi Berpikir Bertani Konvensional

17 Sep 2021, 16:54 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL bersama Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi saat di P4S Mujagi, Cianjur | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Terobosan tak henti-hentinya dilakukan Kementerian Pertanian  untuk memajukan pertanian Indonesia. Tak terbatas pada kebijakan dan teknologi semata, peningkatan kualitas SDM pertanian juga tak luput dari gebrakan yang dibuat di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

"Petani itu keren, menjadi petani merupakan kebanggaan ! Jangan lagi berpikir bahwa petani di Indonesia itu konvensional, petani saat ini harus cerdas, mandiri,  berorientasi maju dan modern. Petani saat ini harus mampu menjawab tantangan di era digitalisasi global," ungkap pria yang akrab disapa komandan.

Untuk meningkatkan regenerasi petani Kementan  berupaya meresonansi serta mewadahi petani milenial melalui  Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan atau yang akrab di sapa DPM/DPA. SYL mengatakan, penguatan peran petani milenial di seluruh Indonesia dimaksudkan untuk mengkoordinasikan informasi dan program-program pembangunan di setiap kabupaten dengan cepat.

"Petani milenial dapat bertumbuh secara masif dengan mengoptimalkan peran mereka untuk memacu sektor pertanian semakin melesat hebat. Petani milenial berperan penting dalam mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. Saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," kata SYL saat acara 'Dukungan Kementerian Pertanian Bagi Petani Milenial' di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (9/9) lalu.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa DPM/DPA sudah melakukan resonansi. DPM dan DPA sudah melakukan berbagai kegiatan di daerah dan tersebar di 34 provinsi.

Mereka memiliki usaha yang bervariasi mulai dari hulu hingga hilir bahkan telah menguasai pangsa pasar ekspor dan mekanisasi pertanian. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi icon pertanian masa kini dan menjadi contoh bagi generasi milenial lainnya untuk menekuni sektor pertanian,” tuturnya.

Dedi kembali menegaskan statemen Mentan SYL bahwa pertanian bagai merpati putih yang tidak pernah ingkar janji. “Terbukti bukti, pertanian menjadi salah satu subsektor ekonomi yang mampu bertahan di tengah Pandemi Covid-19,” katanya.

Adalah Suhendar, ketua Gabungan Kelompok  Tani  (Gapoktan) Multi Tani Jaya Giri (Mujagi) yang baru-baru ini dikukuhkan menjadi DPA oleh Presiden RI. Jiwa Bertani telah mandarah daging dalam dirinya, hingga membawanya menjadi pengusaha sukses di sektor pertanian. Tak hanya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, ia pun telah berhasil mengekspor hasil produk pertanian khususnya sayuran ke negara lain seperti Jepang.

Reporter : Lely (BPPSDMP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018